Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RASIO kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,47% dari total populasi penduduk. Angka ini dikatakan masih sangat kecil jika dibandingkan negara lain seperti Thailand yang mencatatkan rasio kewirausahaan sebesar 4,2%, Malaysia 4,74% dan Singapura 8,76%.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita menuturkan, untuk menambah rasio kewirausahaan Indonesia, dibutuhkan pendidikan wirausaha di sekolah-sekolah.
"Menurut saya, pendidikan di kita ini tidak pernah mengajarkan berwirausaha. Bagaimana kita bisa independen sebagai pengusaha dan kiat-kiat sukses sebagai pengusaha itu nggak ada pelajarannya sekolah. Nah kalau ini ga dapat dari SMA sampai S1 atau S2, mereka nggak bisa jadi pengusaha," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (28/7).
Menurut Suryadi, pembelajaran mengenai cara beriwirausaha harus ada dalam pendidikan sekolah. Selain itu, pengajar yang harus memberikan materi dikatakan harus berasal dari pengusaha yang terbukti sukses dalam berusaha.
"Ini pernah saya lontarkan wacana ini ke kementerian, bahwa harus ada pendidikan wirausaha dan yang mengajar harus dari pengusaha. Banyak kok yang mau dan tidak perlu diberikan gaji," kata Suryadi.
Baca juga : Ini Rahasia Perusahaan Legendaris Bertahan hingga 50 Tahun Lebih
Selain itu, Suryadi juga menambahkan bahwa pendidikan kewirausahaan juga tidak hanya berasal dari sekolah, tapi juga dari keluarga.
Dia mencontohkan, sedari kecil, anak-anaknya selalu diberikan pengertian jika ingin membeli sesuatu. Menurutnya, anak-anak itu harus diberikan pembelajaran mengenai untung dan rugi agar dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan dalam dirinya.
"Jadi saya selalu mengajarkan jika membeli sesuatu itu harus dibandingkan lebih untung mana jika membeli barang a atau b. Semua itu sudah saya tanamkan kepada anak saya," tuturnya.
Suryadi juga menekankan bahwa pergaulan juga menjadi hal yang penting untuk dilakukan dalam mengembangkan jiwa wirausaha. Menurutnya, jika seseorang bergaul dengan wirausaha, lambat laun pasti orang tersebut akan mau mencoba untuk ikut menjadi wirausaha.
"Jadi pendidikan, keluarga dan lingkungan sangat berpengaruh untuk mengembangkan jiwa keriwausahaan seseorang," pungkas Suryadi. (OL-7)
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved