Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup menguat, namun dinilai masih rawan kembali terkoreksi.
Rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.403 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.428 per dolar AS.
Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Selasa (22/6), mengatakan, penguatan rupiah hari ini lebih didorong oleh aksi ambil untung investor terhadap dolar AS.
"Kalau dilihat ada sedikit profit taking ya di dolar AS-nya, sementara kalau dilihat dari fundamentalnya dolar AS masih relatif menguat akibat efek The Fed pekan lalu dan efek penyebaran COVID-19 di Indonesia yang booming," ujar Nikolas.
Menurut Nikolas, rupiah masih rawan untuk terkoreksi kembali terlebih dengan tren meningkatnya kasus positif COVID-19 di Tanah Air belakangan ini yang menjadi sentimen negatif bagi nilai tukar.
"Kalau saya melihat dengan kondisi seperti ini rupiah rentan melemah lagi karena penyebaran sudah mulai tinggi. Dikhawatirkan roda ekonomi melambat bukan karena pembatasan, tapi orang-orang yang menjalankan roda ekonominya yang tidak bisa bekerja," kata Nikolas.
Saat ini pasar juga tengah menantikan komentar terbaru dari Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan DPR AS pada pukul 1 00 WIB dini hari nanti.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.420 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.403 per dolar AS hingga Rp14.427 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.421 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.453 per dolar AS. (Ant/OL-12)
Ekonomi Indonesia waspada! Rupiah berisiko tembus 17.000 per dolar AS akibat konflik Iran-Israel dan harga minyak dunia yang melonjak. Simak analisis ekonom.
Indef menilai nilai tukar rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan di tengah kondisi ekonomi global yang semakin berat kurs dolar ke rupiah hari ini telah tembus Rp17.000.
Nilai tukar rupiah Senin, 9 Maret 2026 jebol ke level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan di Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah tembus 16.905 per dolar AS (5/3/2026). Simak analisis dampak perang Iran dan penurunan outlook Fitch terhadap ekonomi Indonesia hari ini.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.892 per dolar AS dipicu eskalasi konflik Iran dan revisi outlook Fitch Ratings terhadap Indonesia menjadi negatif.
Di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved