Minggu 14 Maret 2021, 02:36 WIB

Tol Laut dan NLE Bantu Turunkan Biaya Logistik di Indonesia

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Tol Laut dan NLE Bantu Turunkan Biaya Logistik di Indonesia

Antara/Teguh Prihatna
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan

 

BIAYA logistik bagi suatu perusahaan merupakan faktor penentu yang memengaruhi harga jual dari suatu produk, sedangkan bagi suatu negara akan memengaruhi pasar ekspor serta impor.

Biaya logistik di Indonesia masih sangat mahal jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Jepang dan Singapura memiliki persentase yang sama terhadap PDB yaitu sebesar 8%, diikuti dengan Malaysia 13%, Thailand 15%, Vietnam 20%, dan yang tertinggi yaitu Indonesia sebesar 24%. 

Kontribusi biaya logistik yang paling besar adalah pada biaya pelabuhan sebesar 50%, biaya dooring sebesar 31%, serta biaya freight dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya sebesar 19%. 

Founder dan CEO Zonasea Roland Permana mengatakan, penyebab biaya logistik meninggi salah satunya karena cargo imbalance, yaitu pulau Jawa masih menjadi pusat dari pertumbuhan ekonomi. 

"Sehingga mengakibatkan inefisiensi pada transportasi laut karena kekurangan jumlah muatan balik dari wilayah atau daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang masih rendah terutama pada wilayah timur Indonesia," kata Roland dalam webinar bertajuk Logistic Today & Smart Logistics,  Sabtu (13/3).

Baca juga : Guru Besar UI: Kolaborasi Lembaga Keuangan untuk Tingkatkan UMKM

Dalam mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah, sekaligus mengurangi disparitas harga, pemerintah melalui program Tol Laut dengan konsep Ship Promote the Trade, menyiapkan kapal dan menciptakan jalur pelayaran ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP) demi menjaga ketersediaan barang dan menjamin kelangsungan pelayanan angkutan muatan serta penumpang.

Dengan adanya pengembangan National Logistics Ecosystem (NLE) yang merupakan platform yang menyelaraskan sistem informasi antara instansi pemerintah dengan swasta untuk simplikasi dan sinkronisasi arus informasi sejak kedatangan kapal hingga barang tiba di gudang, diharapkan dapat meingkatkan efisiensi logistik nasional.

Adapun tujuan pembentukan NLE adalah menurunkan biaya logistik yang disebut masih berkutat di 23% menjadi 17%. 

“Kami yakin dengan adanya program Tol Laut, NLE, dan kerjasama antara pemerintah dan swasta yang sinergi, Indonesia dapat bersaing dengan negara lainnya di ASEAN yang bahkan sudah mencapai biaya logistik single digit.” ujar Roland.

Roland menambahkan, pelayaran nasional hingga saat ini masih dihadapkan dengan persoalan klasik terkait peningkatan daya saing. Salah satunya disebabkan lantaran pelayaran nasional yang belum mendapatkan perlakuan setara di bidang fiskal atau pun moneter, seperti kebijakan negara lain terhadap industri pelayaran mereka. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok. INPP

INPP Gandeng Cornerstone dan Cushman & Wakefield Dalam Pengembangan Antasari Place 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:08 WIB
"“Sejak awal kami perlu memastikan pemenuhan hak konsumen untuk mendapatkan layanan yang berkualitas untuk calon...
Dok. Blibli

CEO Blibli Kusumo Martanto Raih Penghargaan Marketing Champion Marketeer Of The Year 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:05 WIB
Pengakuan itu dinilai dewan juri dari keberhasilan Kusumo menavigasi Blibli lewat gebrakan bisnis dan inovasi pemasaran yang memberikan...
Antara

Ekspor Produk Perikanan Naik 6,6% di 2021, Tembus Rp65,4 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:00 WIB
Negara tujuan ekspor utama adalah Amerika Serikat (45%), Tiongkok (15%), Jepang (11%), ASEAN (9%), dan Uni Eropa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya