Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan 11 bahan pangan pokok aman dan terkendali sampai bulan Mei 2021. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi pada Jumat (5/2) di Jakarta.
Menurutnya, pangan pokok seperti beras dalam kondisi cukup menghadapi momentum Ramadan dan Idul Fitri yang bertepatan pada April-Mei 2021.
“Bulan Maret sudah akan mulai panen raya dengan perkiraan produksi beras sekitar 5,7 juta ton, begitu juga di bulan April yang bertepatan dengan awal Ramadan. Meski konsumsi beras akan meningkat di bulan April – Mei, kita masih akan surplus sekitar 13 juta ton, jadi kondisi ini sangat aman,” ujar Agung.
Meskipun demikian, terdapat tiga komoditas pangan yang masih dipenuhi dari impor seperti daging sapi, bawang putih, dan gula. Namun hal ini sudah direncanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumsi sehingga stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.
“Kebutuhan importasi ini telah melalui koordinasi di tingkat Kemenko. Tentu ini harus dikawal importasinya sehingga volume dan waktu pemasukannya sesuai dengan rencana importasi sehingga kebutuhan jelang ramadhan dan idul fitri tetap terjaga,” katanya.
Kementan terus berkoordinasi dengan satgas pangan, kemendag dan stakeholder terkait untuk mengawal agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga.
“Saya harap masyarakat tidak khawatir, meskipun biasanya terjadi kenaikan konsumsi di ramadhan dan idulfitri, namun kita sudah antisipasi dengan pihak terkait untuk ketersediaan dan stabilitas pasokannya,” ujar Agung. (RO/OL-09)
“memastikan stabilitas ketersediaan pangan 11 bahan pokok ini menjadi perhatian penting Mentan Syahrul Yasin Limpo. Bersama satgas pangan, kita terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah-langkah pengamanan stabilitas pasokan pangan,” pungkasnya.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Tak hanya menghadirkan oleh-oleh dari Arab Saudi, Bursa Sajadah juga membawa produk dari Turki, India, hingga aneka snack sehat khas berbagai kota di Indonesia.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 setiap tanggal 17 Januari.
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok aman, termasuk menghadapi musim hujan. Sampai sekarang belum ada gangguan distribusi dari daerah pengirim maupun dari peternak lokal,”
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
hal ini menjadi salah satu faktor momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.
Pedagang mengaku, kenaikan harga ini karena memang harga beli para pedagang dari distributor sudah tinggi, sehingga pedagang hanya melakukan penyesuaian harga saja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved