Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memprediksi pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 akan berada di kisaran minus 3,9% hingga minus 2,8%.
Dengan demikian secara menyeluruh di 2020 ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh dalam rentang minus 2,2% hingga minus 0,9%. Itu berlandaskan pada pertumbuhan di triwulan I yang sebesar 2,97% dan jatuh di triwulan II di angka minus 5,32%.
"Kami memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB untuk triwulan-III 2020 dan FY (full year) 2020 akan berada di wilayah negatif. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai -3,9% hingga -2,8% pada triwulan III 2020, membuat pertumbuhan untuk FY 2020 sekitar sekitar -2,2% hingga -0,9%," ujar peneliti Makroekonomi dan Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky melalui siaran pers yang diterima, Rabu (4/11).
Dia menambahkan, ancaman munculnya gelombang kedua dan ketiga pandemi covid-19 di beberapa negara menjadi faktor eksternal yang menekan perekonomian nasional. Hal itu nantinya akan berpengaruh pada kondisi defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) Indonesia.
Bila permintaan global terus melemah dan cenderung menurun, kata Teuku, CAD Indonesia akan tetap berada di kisaran 1,2% hingga 1,5% di triwulan III dan secara keseluruhan di 2020.
Sedangkan tekanan dari sisi domestik terjadi lantaran kondisi daya beli yang masih dalam tren penurunan. Teuku bilang, bila sebagian masyarakat masih menahan konsumsi, dipastikan kondisi ekonomi Indonesia di 2020 belum akan pulih sepenuhnya.
"Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada sisa kuartal di tahun 2020, pemerintah perlu mencermati tekanan eksternal seiring dengan tetap menjaga permintaan domestik," terang Teuku.
Kendati demikian, ekonomi Indonesia diprediksi melejit di kisaran 4,7% hingga 5,5% pada 2021. Itu dapat terjadi bila persoalan utama dari pandemi dapat diatasi dengan baik.
"Apabila krisis kesehatan telah ditangani dan strategi pemulihan melalui stimulus moneter dan fiskal telah dilaksanakan secara efektif, kami memperkirakan pertumbuhan PDB akan kembali ke wilayah positif dan dapat mencapai level pra-pandemi pada tahun 2021," pungkas Teuku. (E-2)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved