Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) menyetujui penyesuaian modal dasar atas hasil pelaksanaan rights issue tahap I yang dituntaskan April lalu senilai Rp1,3 triliun.
Dana hasil penerbitan saham baru tersebut digunakan untuk menambah modal, meningkatkan skala bisnis, merekrut sumber daya manusia yang relevan dengan aspirasi bank, dan investasi di bidang teknologi. Tambahan modal ini telah mendorong Bank Jago naik kelas ke kelompok BUKU II.
RUPSLB juga menyetujui rencana perusahaan menambah modal melalui penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue tahap II. “Pemegang saham telah memberikan persetujuan atas kedua agenda tersebut,” kata Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar, kemarin, melalui rilis yang diterima.
Jumlah saham baru yang akan diterbitkan pada right issue tahap II mencapai sebanyak-banyaknya 3 miliar saham. Dana hasil rights issue kali ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat memenuhi aturan modal minimum bank sebesar Rp3 triliun, membiayai ekspansi usaha, investasi di infrastruktur teknologi informasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami sangat mengapresiasi, terutama terkait rencana penambahan modal melalui rights issue tahap II. Hal tersebut menunjukkan tingginya komitmen pemegang saham dalam mendukung rencana strategis bank ini ke depan sebagai bank berbasis teknologi yang tertanam dalam suatu ekosistem,” kata Kharim.
Agar memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang diakibatkan pandemi covid-19, bank dituntut untuk terus memperkuat modal, meningkatkan skala usaha, dan membangun infrastruktur teknologi yang mumpuni.
“Kami beruntung memiliki investor yang sangat memahami bahwa bank berbasis teknologi itu perlu diperkuat dengan modal yang optimal,” kata Kharim. (Try/E-1)
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti memberikan catatan atas rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan investasi Rp574 triliun.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan membuahkan komitmen investasi besar hingga mencapai Rp574 triliun.
Kehadiran investasi di kawasan industri ini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Majalengka,
Investor ritel di pasar saham Indonesia diimbau untuk tidak lagi bergantung pada data usang dalam mengambil keputusan investasi, seiring dinamika pasar yang semakin cepat, dan kompleks.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kerja sama ekonomi strategis dengan Tiongkok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved