Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOLABORASI bank dan fintech lebih banyak di area sistem pembayaran dan pembiayaan. Sebab, kedua area itu menjadi pintu masuk untuk membuka akses keuangan yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebagai contoh, beberapa fintech sudah memberikan layanan Point of Sales (POS) yang di-bundling dengan pengelolaan keuangan. Serta, inventory management bagi merchant sektor UMKM.
Layanan ini selanjutnya dikoneksikan dengan layanan pembiayaan dan pembayaran dari bank, berikut P2P lending dari fintech lending.
Baca juga: Industri Fintech Salurkan Pinjaman Hingga Rp116 Triliun
"Ke depan, kolaborasi akan terus berkembang seiring dengan kepercayaan konsumen yang terus meningkat. Serta, cakupan data yang dipertukarkan antara bank dan fintech,” ujar Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Sabtu (5/9).
“Kolaborasi bank dan fintech perlu diarahkan tidak hanya inklusi keuangan. Namun juga inklusi ekonomi dengan membawa masuk 91,3 juta masyarakat unbanked, serta 62,9 juta pelaku UMKM ke dalam ekonomi dan keuangan formal secara sustainable," imbuhnya.
Lebih lanjut Filianingsih menjelakan layanan tersebut, yaitu account information services, verifikasi data nasabah, personal financial management, credit scoring, hingga financial/wealth management.
Baca juga: Ada Pandemi, Transaksi Digital di BCA Melonjak
Hubungan bank dan fintech di sektor keuangan bisa menjadi kolaborasi sekaligus kompetisi. Tujuannya, menyediakan layanan terbaik bagi konsumen dengan tetap menjaga keamanan dan keandalan.
"Kolaborasi ini dilakukan melalui co-branding, pemanfaatan infrastruktur yang interoperable, referral, maupun integrasi model bisnis," jelasnya.
Perbankan dapat memanfaatkan kehadiran fintech untuk menjaga agility-nya di tengah inovasi teknologi dalam siklus pendek. Di sisi lain, fintech dapat me-leverage data nasabah dan infrastruktur bank untuk memperkuat kualitas layanan.
Baca juga: Jokowi: Ekonomi Digital Harus Majukan Produk Lokal
"Lebih konkretnya bagi bank, kehadiran fintech dapat dimanfaatkan untuk mempertajam layanan front end yang consumer centric atau sebagai third party service provider. Untuk menyediakan berbagai layanan, mulai dari market support hingga kegiatan intermediasi bank," papar Filianingsih.
Fintech juga dapat ditempatkan sebagai mitra bank dalam percepatan adopsi inovasi teknologi. Beberapa bank sudah mengadopsi model bisnis ala fintech. Seperti, penyaluran kredit mikro melalui aplikasi, analisis kredit melalui big data analytics, serta promo cash back ala fintech.(OL-11)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved