Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSPEK pertumbuhan ekonomi nasional tetap diharapkan menuju yang terbaik, kendati Indonesia dan berbagai negara di dunia sedang dihadapkan oleh ketidakpastian karena pandemi covid-19’
"Kami menghadapi ketidakpastian, tidak ada yang yakin 100% terhadap prospek ke depan karena pandemi ini. Ini adalah hal baru yang dihadapi oleh pemerintah di Indonesia baik di daerah maupun di pemerintah pusat," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam peluncuran Indonesia Economic Prospect 2020 secara virtual, Kamis (16/7).
Sri Mulyani menambahkan, pemerintah menyadari betul pertumbuhan ekonomi harus diawali dengan memobilisasi kegiatan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Namun aspek kesehatan tetap menjadi yang utama di tengah pandemi.
"Kita tahu pertumbuhan ekonomi dibangun dari mobilisasi orang, barang dan modal, ini yang menciptakan pertumbuhan. Indonesia harus bersiap untuk melihat outlook, aspek mana saja yang optimistik dan yang tidak optimistik. Kita tentu tidak mengingingkan skenario terburuk," jelas Sri Mulyani.
Pemerintah, lanjutnya, tentu berhati-hati dalam memberikan prospek dan gambaran pertumbuhan ekonomi di 2020. Sebab, itu akan mempengaruhi kebijakan dan langkah pemerintah di 2021.
Perempuan yang karib disapa Ani tersebut bilang, pemerintah selalu mengharapkan yang terbaik bagi perekonomian dan mempersiapkan diri dari kemungkinan terburuk.
Baca juga : BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2020 -4%
Salah satu yang sedang dicermati pemerintah ialah soal relaksasi perpajakan dalam penanganan pandemi covid-19. Sebab dari yang dianggarkan pemerintah untuk memberikan insentif pajak, implementasinya terbilang rendah.
"Dari yang kita amati, tidak semua mengamati fasilitas ini. Pertanyaannya ini adalah apakah mereka tidak mau atau memang prosesnya yang rumit? Ini akan kita evaluasi. Kalau tidak pick up, ini akan kita pertimbangkan apakah ini rancangan yang salah, akan kita tingkatkan atau ini memang kebijakan yang salah. Ini adalah sikap terbuka dari pemerintah. Karena tidak ada satu kebijakan yang bisa berlaku untuk semua," jelas Ani.
Pernyataannya tersebut berkaitan dengan proyeksi Bank Dunia yang menyebutkan ekonomi Indonesia tidak akan tumbuh pada 2020 atau bertengger di angka 0%. Asumsi itu didasari dengan hitungan ekonomi Indonesia berjalan normal pada Agustus, pertumbuhan ekonomi global di kisaran -5,2% dan tidak terjadi gelombang kedua pandemi covid-19 di Indonesia.
Namun bila ekonomi urung pulih di Agustus 2020 dan pembatasan aktivitas ekonomi masih terus dalam skala yang ketat serta muncul gelombang kedua, maka ekonomi Indonseia diprediksi akan tumbuh -2% di 2020. (OL-2)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved