Senin 13 April 2020, 20:51 WIB

Rekontruksi Jembatan Gantung Sukadana Kuningan Rampung 4 Bulan

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi
Rekontruksi Jembatan Gantung Sukadana Kuningan Rampung 4 Bulan

Kemen PUPR
Jembatan gantung sukadana di Kuningan, Jawa Barat, putus pada Kamis (9/4) lalu.

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga tengah menangani Jembatan Gantung Sukadana di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang tergerus aliran sungai deras saat banjir pada Kamis (9/4) lalu.

Upaya penanganan permanen yang akan dilakukan oleh BBPJN VI Jakarta agar jembatan dapat berfungsi seperti semula sebagai penguhubung Desa Patapan dengan Desa Loji yang menjadi akses antara Kabupaten Indramayu dengan Kuningan dan Kabupaten Cirebon.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Jakarta Ditjen Bina Marga, Hari Suko Setiono, mengatakan tim Kementerian PUPR telah mempersiapkan pembongkaran Jembatan Sukadana sebagai langkah pengamanan aset agar kondisi jembatan tidak semakin rusak.

"Kami juga membuat rencana penanganan baik terhadap daerah aliran air sungai, bangunan pengaman maupun rekonstruksi jembatan gantungnya," kata Hari Suko dalam keterangan pers, Senin (13/4).

Ia juga mengatakan pelaksanaan rekonstruksi jembatan ditargetkan selesai dalam waktu 4 bulan. Selama masa rekonstruksi, jalan akses ke luar masuk Desa Sukadana melalui jalan yang hanya dapat dilalui orang dan kendaraan roda dua.

Menurut Hari, keberadaan jembatan gantung sangat penting untuk menggerakkan sektor rill dan dapat mempertahankan daya beli masyarakat serta mengurangi pengangguran di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat pandemi covid-19 yang terjadi sekarang.

Konstruksi Jembatan Sukadana merupakan jembatan gantung simetris dengan panjang bentang 120 meter. Pondasi jembatan menggunakan desain sumuran tunggal berdiameter 3,5 meter dengan kedalaman 6 meter.

Berdasarkan desain, posisi pangkal jembatan sudah ditempatkan sesuai standar sehingga berjarak paling sedikit 10 meter dari bibir sungai. Hujan lebat yang terus mengguyur wilayah utara Jawa Barat sejak awal April 2020 mengakibatkan meningkatnya volume aliran Sungai Cibatu. Perubahan pola aliran sungai tersebut menggerus pangkal jembatan pada struktur pondasi.

Pada 9 April 2020, sekitar pukul 16.00 WIB, pondasi jembatan tergerus aliran sungai, sehingga konstruksi jembatan runtuh. Insiden tersebut mengakibat satu warga terluka dan tidak ada korban jiwa. Akses utama menuju desa terdekat juga tertutup tanah longsor.

Pemerintah Daerah tengah mempersiapkan jalur alternatif untuk mendukung kegiatan sehari-hari masyarakat selama proses perbaikan. Selain menjadi akses penghubung antar desa, jembatan gantung tersebut juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal seperti pertanian dan UMKM. (E-3)

Baca Juga

AFP/Remy Gabalda

Emirates Memulai Kembali Penerbangan ke Bali

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 09:00 WIB
Penerbangan harian ini artinya memastikan layanan penerbangan akan berjalan non-stop dan mempermudah masyarakat di Dubai untuk menuju...
Antara

PLN Kebut Proyek Kelistrikan di Kawasan Industri Kalsel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 23:39 WIB
Salah satunya, pengembangan Sebuku Indonesia Industrial Park (SIIP) di Pulau Sebuku, Kabupaten...
Ist

Sandiaga Uno Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:32 WIB
Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terus berkembang, dan inovasi serta kolaborasi para entrepreuner jadi kunci kebangkitan ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya