Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKNOKRAT yang juga putra mendiang BJ Habibie, Ilham Habibie, mengimbau pemerintah untuk tidak terlalu berharap pada ekspor dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dikarenakan pasar global sedang dalam kondisi pelambatan.
"Pada dasarnya InsyaAllah kita bisa meningkatkan ekspor. Namun, kita juga harus ingat pasar di luar negeri itu sedang banyak yang tidak bagus. Jadi kita akan berlawanan arus di banyak hal kalau kita mengharapkan terlalu banyak pada ekspor," ujarnya saat ditemui di acara Indonesia Economic Forum 2019 di JW Marriott Hotel Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/11).
Menurutnya, ekspor tetap penting dalam menggenjot perekonomian Indonesia tetapi dibutuhkan kehati-hatian di tengah perlambatan ekonomi global.
"Saya tidak katakan tidak penting. Masih ada produk dan jasa kita yang bisa diekspor tapi memang kita juga harus hati-hati untuk tidak terlalu optimis karena dunia ini lagi dalam kesulitan dari segi pertumbuhan. Jadi justru mau ekspor ke mana?" jelasnya.
Ilham menyarankan agar ekspor Indonesia difokuskan untuk negara-negara Asean.
"Mungkin kalau kita lihat ekspornya yang harus kita fokuskan ke Asean. Ekonomi-ekonomi di Asean itu relatif oke," imbuhnya.
Hal ini juga mengingat bahwa di pasar Asean, Indonesia merupakan salah satu pemain utama.
"Asean tidak kecil lho, 650 juta orang. Kita di sini 41% dari PDB Asean itu di Indonesia. Jadi benar-benar raksasa. Dan itu yang harus kita gunakan sebaiknya," tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga menyarankan agar pemerintah fokus pada pasar investasi dalam negeri.
"Investasi dengan penekanan melayani pasar dalam negeri yang sangat besar. Tapi juga kalau kita lihat pasar manakah yang realistis kita bisa gapai, kalau menurut saya Asean," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, pengusaha dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai penyederhanaan regulasi di bidang usaha menjadi PR yang harus diselesaikan supaya iklim investasi semakin baik.
"Tentunya banyak PR, bagaimana regulasi di persimple, bagaimana kemudahan berbisnis terus dipacu. Ini menjadi PR bersama kita," ujarnya.
Yang tak kalah penting, imbuhnya, adalah ketersediaan lapangan pekerjaan agar investasi berjalan baik.
"Ujungnya adalah lapangan pekerjaan yang perlu kita ciptakan melalui kerja sama melalui kolaborasi, memastikan investasi akan terus masuk di sektor-sektor utama yang Indonesia miliki," terangnya. (OL-8)
Keberhasilan Novotel Suites Yogyakarta Malioboro meraih penghargaan ASEAN Green Hotel Standard menjadi pencapaian baru sekaligus bentuk validasi atas komitmen dan upaya berkelanjutan.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Pasar ASEAN memberikan kontribusi signifikan sebesar 36,5% dari seluruh kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari–November 2025.
DI tengah upaya pemulihan dan penguatan pariwisata regional pasca-pandemi, kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk menggerakkan kembali sektor perjalanan di Asia Tenggara.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sugiono menegaskan, peran ASEAN saat ini semakin penting sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved