Rabu 20 November 2019, 21:48 WIB

Pemerintah Diminta Fokus Garap Pasar Asean

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Pemerintah Diminta Fokus Garap Pasar Asean

Antara
Ilham Habibie

 

TEKNOKRAT yang juga putra mendiang BJ Habibie, Ilham Habibie, mengimbau pemerintah untuk tidak terlalu berharap pada ekspor dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dikarenakan pasar global sedang dalam kondisi pelambatan.

"Pada dasarnya InsyaAllah kita bisa meningkatkan ekspor. Namun, kita juga harus ingat pasar di luar negeri itu sedang banyak yang tidak bagus. Jadi kita akan berlawanan arus di banyak hal kalau kita mengharapkan terlalu banyak pada ekspor," ujarnya saat ditemui di acara Indonesia Economic Forum 2019 di JW Marriott Hotel Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/11).

Menurutnya, ekspor tetap penting dalam menggenjot perekonomian Indonesia tetapi dibutuhkan kehati-hatian di tengah perlambatan ekonomi global.

"Saya tidak katakan tidak penting. Masih ada produk dan jasa kita yang bisa diekspor tapi memang kita juga harus hati-hati untuk tidak terlalu optimis karena dunia ini lagi dalam kesulitan dari segi pertumbuhan. Jadi justru mau ekspor ke mana?" jelasnya.

Ilham menyarankan agar ekspor Indonesia difokuskan untuk negara-negara Asean.

"Mungkin kalau kita lihat ekspornya yang harus kita fokuskan ke Asean. Ekonomi-ekonomi di Asean itu relatif oke," imbuhnya.

Hal ini juga mengingat bahwa di pasar Asean, Indonesia merupakan salah satu pemain utama.

"Asean tidak kecil lho, 650 juta orang. Kita di sini 41% dari PDB Asean itu di Indonesia. Jadi benar-benar raksasa. Dan itu yang harus kita gunakan sebaiknya," tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga menyarankan agar pemerintah fokus pada pasar investasi dalam negeri.

"Investasi dengan penekanan melayani pasar dalam negeri yang sangat besar. Tapi juga kalau kita lihat pasar manakah yang realistis kita bisa gapai, kalau menurut saya Asean," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, pengusaha dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai penyederhanaan regulasi di bidang usaha menjadi PR yang harus diselesaikan supaya iklim investasi semakin baik.

"Tentunya banyak PR, bagaimana regulasi di persimple, bagaimana kemudahan berbisnis terus dipacu. Ini menjadi PR bersama kita," ujarnya.

Yang tak kalah penting, imbuhnya, adalah ketersediaan lapangan pekerjaan agar investasi berjalan baik.

"Ujungnya adalah lapangan pekerjaan yang perlu kita ciptakan melalui kerja sama melalui kolaborasi, memastikan investasi akan terus masuk di sektor-sektor utama yang Indonesia miliki," terangnya. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA/FANNY OCTAVIANUS

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Kuartal III Turun 25,1%

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 27 November 2020, 12:41 WIB
Pendapatan asuransi jiwa pada kuartal III-2020 mengalami perlambatan sebesar 30,5% dari Rp 73,3 triliun pada kuartal II menjadi Rp 50,94...
Ist

Pemerintah Terus Dorong Industri Baterai Lithium

👤mediaiindonesia.com 🕔Jumat 27 November 2020, 12:17 WIB
Secara bertahap pemerintah terus menyiapkan semua kebutuhan agar industri di Indonesia bisa menuju ke produksi baterai...
DOK KEMENTAN

Gaet Lembaga Internasional, Kementan Rancang Regulasi Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 November 2020, 11:15 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan penataan regulasi sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya