Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah pascapelantikan Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10) pagi tercatat berada di posisi Rp14.035 per dollar Amerika Serikat. Angka itu menguat dibanding pada Selasa (22/10) yang ada di posisi Rp14.040 per dollar Amerika Serikat.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah itu merupakan buah dari ditunjuknya kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.
"Susunan kabinet Jokowi masih menopang penguatan rupiah setelah Sri Mulyani diumumkan sebagai Menkeu," ujar Ariston melalui pesan singkat.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat meski Bursa Saham Regional Negatif
Sri Mulyani, kata Ariston, dianggap oleh pasar sebagai sosok yang memiliki kemampuan mumpuni untuk membantu kebijakan fiskal Presiden Joko Widodo.
Selain sosok Sri Mulyani, penunjukkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan juga dinilai memberi pengaruh positif pasar. Dari sosok Prabowo, Indonesia diuntungkan dengan suara parlemen yang akan terus menguat dan dianggap memengaruhi kebijakan fiskal ke depan.
"Jadi Jokowi bisa mendapatkan suara yang cukup di parlemen untuk mendukung kebijakannya," ujar Ariston.
Sementara jika dilihat dari faktor eksternal, Ariston menilai Brexit (Britain Exit) menjadi salah satu yang mendongkrak nilai tukar rupiah.
"Tapi pengaruhnya memang tidak terlalu besar untuk rupiah. Yang besar itu hasil negosiasi dagang AS dan Tiongkok yang sejauh ini masih positif," tukasnya.
Senada, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian menilai, pascapelantikan menteri Kabinet Indonesia maju, memberikan sentimen positif kepada pasar modal. Dengan komposisi menteri itu, kata Fakhrul, memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
"Saya memandang pelaku pasar berharap dengan adanya kabinet baru kita bisa melihat pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya," ujarnya.
Menyoal dengan kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat berada di zona merah pada Rabu pagi, Fakhrul menilai hal itu tidak bersinggungan langsung dengan pelantikan menteri baru.
"Penurunan yang terjadi di sesi 1 karena bereaksi pada sentimen memburuknya data tenaga kerja di Amerika Serikat," tandas Fakhrul. (Mir/A-3)
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
SOROTAN lembaga pemeringkat dan indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Moody’s Ratings terhadap Indonesia dinilai memiliki dampak yang cukup serius.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved