Headline
Senjata ketiga pemerataan kesejahteraan diluncurkan.
Tarif impor 19% membuat harga barang Indonesia jadi lebih mahal di AS.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution meyakini kebijakan Bank Indonesia untuk melonggarkan rasio Loan to Value (LTV) properti dapat meningkatkan daya konsumsi masyarakat.
"Memang perlu ada inilah kemudahan fasilitasi, supaya daya kemampuan affordability nya naik. Kita perlu juga mendorong yang lain," ujarnya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/9).
Baca juga: Bank Indonesia Terus Cermati Gejolak Perekonomian Global
Ia juga mengatakan, dengan kebijakan moneter BI itu, tidak serta merta akan meningkatkan non profit loan (NPL) bank penyedia kredit.
Sebab, menurutnya bank pasti akan terlebih dulu memeriksa kemampuannya dalam menyediakan kredit sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya.
"Memangnya itu dulu kayak di Amerika yang KPR abal-abal? Tentu saja akan diperiksa lagi sama perbankan pada waktu dia aplikasi meminjam," terang Darmin.
Pemerintah, kata dia, kini tengah merangkai kebijakan fiskal yang dapat mengimbangi kebijakan moneter tersebut. Namun ia enggan merinci lebih jauh soal substansinya. (Mir/A-3)
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan pihaknya melihat ruang untuk melanjutkan penurunan suku bunga acuan (BI Rate) guna mendorong pertumbuhan kredit.
Pemangkasan suku bunga acuan BI dari 5,5% menjadi 5,25% pada Juli 2025 adalah langkah tepat untuk menggerakkan konsumsi domestik dan investasi.
Bank Indonesia atau BI menilai keputusan tarif impor Amerika Serikat memberikan dampak positif terhadap pasar keuangan Indonesia, terutama karena memberikan kepastian bagi para investor
Bank Indonesia (BI) pada Selasa-Rabu, 15-16 Juli 2025 memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,25%
Sudah saatnya Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan. Pasalnya, kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sudah terjadi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 14 Juli 2025, diprediksi bergerak menguat dengan ditopang faktor-faktor domestik.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved