Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
PEMERINTAH dituntut melakukan standarisasi bahan bangunan guna mendorong percepatan pembangunan terutama di sektor perumahan.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Negara Perumahan Rakyat pada Kabinet Pembangunan V Siswono Yudo Husodo di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Jakarta, Senin (26/8).
Baca juga: Pimpinan DPR Kembalikan 32 Nama Calon Anggota BPK
Ia mengatakan, dengan bahan baku yang terstandarisasi, pemerintah bisa mencanangkan target yang lebih tepat karena pembangunan akan seragam sehingga lebih mudah diprediksi.
"Jaman dulu itu, beli batu bata, keramik, di mana saja, ukurannya sama. Sekarang, pabrik bikin ukuran masing-masing. Kalau keramik saya pecah, setengah mati cari yang sama," ucap Siswono.
Kealpaan standarisiasi juga bisa sangat berbahaya dalam pembangunan skala besar. Menurutnya, sekarang banyak produsen besi baja yang mengeliminasi kualitas produk demi menciptakan harga yang lebih murah.
"Sekarang ada besi beton ukuran resmi, ada ukuran banci, kan tidak benar itu. Kalau bangunan roboh karena itu, nanti baru heboh. Standarisasi itu penting untuk penyeragaman kualitas," tuturnya.
Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono pun sependapat dengan usulan yang datang dari seniornya.
Ia mengatakan standarisasi bahan bangunan memang diperlukan demi mewujudkan industri perumahan yang lebih matang dan berkembang ke depannya.
Basuki menyebut, saat ini pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan terkait tengah melakukan kajian untuk melaksanakan hal tersebut. (OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved