Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta penggarapan kilang Balikpapan bisa berjalan lancar dan selesai sesuai target. Pembangunan kilang dapat meningkatkan ketahanan energi nasional yang diharapkan segera terealisasi.
"Penandatanganan pagi ini merupakan tanda Pertamina mulai bangun refinery yang diharapkan. Ada di bontang dan Balikpapan. Mudah-mudahan progres sesuai jadwal," terang Jonan di kantor pusat PT Pertamina (Persero), Jakarta, Senin (10/12)
Pertamina menandatangi kontrak pelaksanaan rancangan konstruksi Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dengan konsorsium pemenang. Konsorsium itu terdiri dari SK Engineering & Construction Co Ltd, sebagai pemimpin konsorsium, dan Hyundai Engineering Co Ltd PT Rekayasa Industri dan PT PP (Persero) Tbk sebagai anggota konsorsium.
Kontrak ini meliputi pembangunan kilang baik inside battery limit (IBL) maupun outside battery limit (OSBL), dengan nilai kontrak mencapai Rp57,8 triliun, dan akan diselesaikan dalam waktu 53 bulan. Proyek ini dimulai tahun depan dengan durasi pengembangan kilang selama 53 bulan hingga Agustus 2023 yang semula ditargetkan 2021.
Menurut Jonan, pemerintah mengerti bahwa membangun maupun mengembangkan kilang tidak mudah karena membutuhkan biaya dan waktu yang lama. Namun, pembangunan tersebut harus tidak boleh dibiarkan terus tertunda karena menjadi modal dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.
"Kilang juga cikal bakal petrokimia. Ini harapan pemerintah kita punya industri petrokimia besar," paparnya.
Industri pertrokimia memberikan potensi penambahan nilai yang cukup baik namun membutuhkan kilang sebagai modalnya. Pemerintah mendorong industri tersebut berkembang di Tanah Air karena selain dibutuhkan untuk industri turunan juga mampu menyerap tenaga kerja yang banyak.
"Pertamina kita harap lebih besar petrokimia dari Candra Asri. Kilang terakhir Balongan yang dibangun. Hulu migas sudah lama tidak jadi tuan rumah jadi saya harapkan ini (petrokimia) bisa lebih maju," pungkas Jonan.
Chandra Asri Petrochemical (CAP) saat ini merupakan perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia dan memiliki usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir dalam pemanfaatan produk petrokimia. (A-2)
Berita terkait :
RDMP Balikpapan Jawab Dahaga Pemerintah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved