Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUN depan masih akan ada banyak berita buruk terkait perekonomian global. Meski begitu, kondisi tersebut justru mmebuka peluang bagi Indonesia.
Demikian diungkapkan Chief Economist Schroders Keith Wade di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (27/11).
Ia mengatakan gejolak ekonomi dunia masih akan berlangsung pada 2019. Pertumbuhan ekonomi secara global pun diperkirakan akan berada di bawah survei yang kini berseliweran.
"Itu karena situasi ekonomi global belum kondusif. Perang dagang diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat," ujar Keith.
Namun, situasi tersebut ternyata memberi keuntungan bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. "Secara umum saya setuju untuk masuk ke emerging market. Kita bisa mulai masuk ke obligasi negara berkembang dengan memanfaatkan mata uang lokal yang mulai menguat terhadap dolar AS. Setelah itu kita bisa mulai masuk ke pasar saham," ucap Keith.
Kendati demikian, ia menilai banyak pihak akan menunggu kepastian terkait langkah bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) ke depannya.
"Apakah Fed akan mengakhiri kebijakan suku bunga tinggi, itu pasti ditunggu," lanjutnya.
Director Portofolio Manager Schorders, Irwanti, menyebutkan dana investor asing yang keluar dari pasar Indonesia sudah cukup banyak. Secara year to date, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan dana asing yang keluar dari pasar saham mencapai Rp44,79 triliun dan tahun lalu tercatat yang keluar mencapai Rp39,87 triliun.
"Jadi, dana asing yang keluar sudah cukup banyak. Namun, Kalau pemilu nanti berlangsung lancar, asing akan kembali masuk," tutur Irwanti. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved