Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Evaluasi Waktu Pengerjaan Tol, LRT, dan Kereta Cepat Disampaikan Esok

Andhika Prasetyo
26/11/2018 15:15
Evaluasi Waktu Pengerjaan Tol, LRT, dan Kereta Cepat Disampaikan Esok
(ANTARA)

PEMBANGUNAN infrastruktur sudah semestinya dilakukan dengan terencana dan terstruktur. Pengerjaan sebuah proyek seharusnya tidak berbenturan dengan proyek yang lainnya hingga akhirnya menimbulkan masalah yang merugikan masyarakat.

Itulah yang diinginkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam hal pembangunan infrastruktur Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated, Light Rail Transit (LRT) dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pembangunan ketiganya dikerjakan pada area Jalan Tol Japek sehingga harus ada manajamen pengaturan waktu yang baik agar tidak menimbulkan kemacetan parah.

Ia pun telah memanggil pihak-pihak terkait guna mengevaluasi tiga proyek infrastruktur transportasi tersebut.

"Kamis lalu saya sudah panggil semua pihak yang terlibat pembangunan di Japek. Saya minta Selasa (27/11) besok hasilnya sudah bisa disampaikan," ujar Budi di Jakarta, Senin (26/11).

Hasil evaluasi, diperkirakannya, tidak akan jauh dari pembagian waktu pengerjaan tersebut. Menhub menekankan pemerintah tidak memiliki niat untuk mempersulit kinerja pihak-pihak tertentu. Terlebih, proyek-proyek terkait juga sangat penting dan dibutuhkan sebagai solusi transportasi massal.

"Tetapi semua harus tunduk pada manajemen konstruksi yang akan kita tuju. Bagaimana skemanya, itu nanti. Intinya mereka harus bergantian. BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) akan koordinasi dengan semua," ucapnya.

Sebelumnya, Budi meminta pengerjaan proyek kereta cepat dan LRT dihentikan sementara di titik tertentu, yakni antara kilometer 11 hingga kilometer 17 yang menjadi lokasi kemacetan terparah.

Pertimbangannya adalah kedua proyek tersebut memiliki usia pengerjaan yang masih sangat panjang. Sementara itu, proyek Japek II Elevated tetap diteruskan karena dianggap hampir selesai. Infrastruktur tersebut juga diproyeksikan menjadi jalur andalan baru dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Sugiartanto menyebut jika proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek dihentikan sebagian sementara, pembangunan Tol Japek II Elevated akan lebih cepat selesai.

Selama ini pembangunan infrastruktur yang memakan ruas Japek memang tidak maksimal. Hal itu lantaran ada tiga proyek yang dijalankan secara bersamaan, seperti di Segmen Simpang Susun Cikunir. Di lokasi tersebut, ketiga pelaksana proyek berkumpul mengerjakan konstruksi masing-masing.

"Padahal kan bisa saja dipecah. Japek II di sini dulu. LRT geser ke sana, kereta cepat kerja di titik lain. Lahannya kan panjang, jangan kumpul di satu titik. Kira-kira begitu," ujar Sugiartanto di kantornya, Jakarta, Rabu (21/11).

Jika dua proyek lainnya ditunda sementara, diharapkan pengerjaan Tol Japek II Elevated yang kini sudah mencapai 60%, dapat rampung pada Juli dan bisa fungsional lebih awal untuk keperluan arus mudik dan balik Lebaran.

"Kalau pemasangan girder itu sebetulnya cepat. Target itu satu hari bisa 8-12 girder terangkat. Tetapi karena bergantian dan demi keselamatan, sekarang hanya sekitar 6 girder sehari. Barangnya ada, tapi kita angkatnya susah," tuturnya. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya