Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Investasi Eksplorasi Migas Capai Nilai Fantastis

Andhika Prasetyo
08/11/2018 18:15
Investasi Eksplorasi Migas Capai Nilai Fantastis
()

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas mengungkapkan nilai komitmen kerja pasti untuk eksplorasi migas pada periode 2019 hingga 2026 mencapai US$1,3 miliar atau sekitar Rp19 triliun.

Nilai investasi tersebut meningkat sangat pesat bila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Selama sembilan tahun, yakni sejak 2010 hingga 2019, SKK Migas mencatat nilai investasi di sektor eksplorasi hanya sebesar Rp1,02 triliun atau sekitar US$69 juta.

Angka investasi yang naik hingga 18 kali lipat tersebut memberi angin segar untuk timbulnya harapan akan ditemukan lagi blok migas baru dengan cadangan yang besar sebagai sumber pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Investasi yang ditujukan untuk kegiatan eksplorasi seperti survei, airborne magnetic, airborne gravity, seismik, dan pengeboran itu berasal dari 13 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Sejak dua dekade terakhir, produksi minyak bumi dalam negeri terus merosot. Di sisi lain, kebutuhan kian bertumbuh.

Pada 2002, angka produksi dan kebutuhan seimbang di angka 1.200 juta barel per hari (MBOPD). Namun, pada 2016, angka produksi tercatat hanya berkisar 800 MBOPD, sedangkan kebutuhan mencapai 1.600 MBOPD.

Alhasil, impor menjadi jalan pintas dalam upaya memenuhi kekosongan. Neraca perdagangan pun menjadi defisit karena hal tersebut.

Kepala SKK Migas Amin mengatakan turunnya kinerja produksi tidak terlepas dari nilai investasi yang minim terutama dalam hal eksplorasi selama puluhan tahun terakhir. "Pemerintah pun, pada waktu-waktu sebelumnya, enggan menggelontorkan anggaran besar untuk upaya pencarian sumber minyak baru," ujar Amien dalam paparan di Ciloto, Jawa Barat, Kamis (8/11).

Adapun sepanjang Januari hingga September tahun ini, realisasi investasi di hulu migas secara keseluruhan yang terdiri dari eksplorasi dan eksploitas, tercatat sebesar US$7,9 miliar. Angka itu lebih besar dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya US$5,57 miliar.

Pada tahun ini, ditargetkan investasi hulu migas sebesar US$14,2 miliar namun melihat raihan hingga saat ini, target diprediksi meleset dengan kemungkinan realisasi hanya 79%. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya