Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Redenominasi Menjadi Tantangan Rupiah

Fetry Wuryasti
03/5/2018 21:26
Redenominasi Menjadi Tantangan Rupiah
(MI/MOHAMAD IRFAN)

GUBERNUR Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo mengatakan rupiah yang belum melakukan redenominasi menjadi tantangan sebagai mata uang. Sebab US$ 1 setara dengan lima digit angka rupiah, maka ketika nilai tukar terdepresiasi, akan tampak terlihat besar tergerusnya.

Padahal depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS, dia pandang, tidak sedalam mata uang negara sekitar. Tidak perlu khawatir, kata Agus, Bank Indonesia selalu ada di pasar. Kalau memang ada tekanan mata nilai tukar mata uang, tekanan serupa juga dialami oleh mata uang-mata uang negara lain.

"Yang menjadi tantangan kita, rupiah belum redenominasi mata uang. Jadi 1 dolar AS sama dengan 5 digit angka rupiah. Sedangkan mata uang lain 1 dolar AS sama dengan 1-2 digit mata uang negaranya. Jadi depresiasi dengan persentase kecil seolah jumlahnya sudah besar," ujar Agus di Jakarta, Kamis (3/5).

Semestinya, yang harus dilihat adalah persentase terhadap depresiasi tersebut. Bank Indonesia tetap akan mejaga agar volatilitasnya tetap dalam batas yang wajar. Kalau ada sedikit volatilitas, itu mencerminkan komitmen Bank Indonesia menerapkan flexible exchange rate.

"Kalau terjadi depresiasi kami menganggap itu sebagai suatu hal yang wajar. Jangan hanya dilihat nominalnya melainkan dilihat persentasenya,"

Hingga kini, kata Agus, redenominasi pasti masih menjadi diskusi antara BI, pemerintah dangen DPR. Memang, pembahasannya tidak masuk dalam RUU di 2018-2019.

"Tapi mungkin kalau nanti kita bisa masuk di 2019-2020, bisa masuk dalam RUU redenoiminasi mata uang. Tapi moohon ekonomi kita yang sedang baik jangan dianggap buruk karena ada Indonesia memang memiliki flexible exchange rate," tukas Agus. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya