Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian menargetkan untuk menutup keran impor bawang putih dengan tidak memberikan rekomendasi kepada para importir dalam 4 tahun mendatang. Kebijakan itu dilakukan sesuai target yang dicanangkan pemerintah yakni mencapai swasembada bawang putih pada 2021.
Sebagai upaya persiapan, Kementan saat ini telah menerapkan kebijakan wajib tanam bagi para importir sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2017. Mereka diharuskan menanam sebanyak 5% bawang putih dari total rekomendasi impor yang didapatkan.
"Kebijakan ini dilakukan agar kita dapat mengubah pola pemenuhan kebutuhan. Kalau pengusaha bermitra dengan para petani dan ikut menanam, semakin tahun semakin besar hasilnya. Para petani juga akan ikut bergairah. Tapi ini butuh waktu tiga sampai empat tahun," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi di Jakarta, Kamis (3/5).
Dalam penerapan wajib tanam, para importir akan menjadi pihak yang menyediakan modal dan melakukan sistem tata niaga, sementara petani bergerak di hulu termasuk menyediakan lahan.
Hingga saat ini, sudah terdapat 52 perusahaan yang mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih. Dari 52 perusahaan itu muncul angka wajib tanam di lahan seluas 4.000 hektare (ha) dengan capaian realisasi tanam baru sebesar 174 hektare.
Sisa wajib tanam akan dilaksanakan dan didampingi Dinas Pertanian setempat untuk mencapai hasil sesuai harapan.
Suwandi pun dengan tegas menyampaikan akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang berlaku curang, termasuk yang berada dalam jajaran Ditjen Hortikultura, terkait penerapan kebijakan tersebut.
“Saya akan tegas menindak oknum yang bermain-main dengan data terkait perizinan dan informasi realisasi lahan. Jangan coba-coba,” tegas Wandi.
Berdasarkan data Kementan, kebutuhan bawang putih di dalam negeri pada 2018 diperkirakan mencapai 476.667 ton. Angka itu jauh dari capaian produksi yang baru sebesar 43.395 ton dari lahan seluas 18.378 hektare. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved