Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jika Inflasi Makin Stabil, Rupiah Berpotensi Menguat

Fetry Wuryasti
02/5/2018 16:30
Jika Inflasi Makin Stabil, Rupiah Berpotensi Menguat
(ANTARA)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen (IHK) hanya meningkat 0,10% secara bulanan pada April 2018, dipengaruhi penurunan pada beberapa bahan pangan. Secara tahunan, inflasi sampai April ini tercatat 3,41%.

Itu lebih tinggi dari perhitungan tahunan Maret lalu sebesar 3,4 persen. Namun, angka ini lebih rendah dari inflasi tahunan April 2017. Dalam perhitungan sejak awal tahun, inflasi melaju 1,09%. Chief Market Strategist FXTM , Hussein Sayed, mengatakan rupiah melemah jelang data rilis inflasi. Sebelumnya dia prediksi harga konsumen mencapai 3,5% di bulan April.

"Apabila ada sinyal bahwa inflasi semakin stabil, sentimen terhadap ekonomi Indonesia mungkin membaik dan rupiah berpotensi menguat," ujarnya Rabu , (2/5).

Hingga sesi 1 perdagangan Rabu (2/5), merujuk pada Bloomberg, rupiah berada pada level 13.948 per dolar AS atau melemah 0,25%. Adapun rupiah pada pembukaan perdagangan dibuka pada level 13.928 per dolar AS.

Kenaikan kurs rupiah, kata Sayed, akan dibatasi oleh faktor eksternal. Dolar yang semakin menguat terus menekan mata uang pasar berkembang termasuk rupiah.

"Perlu kita ketahui bahwa rupiah termasuk mata uang Asia dengan kinerja terburuk dalam tiga bulan terakhir walaupun BI berulang kali melakukan intervensi," ujar Sayed.

Jika Dolar AS terus menguat karena ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan peningkatan imbal hasil obligasi AS, BI mungkin terpaksa meningkatkan suku bunga acuan guna menyelamatkan Rupiah. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya