Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jokowi: Kalau Mau Bertahan Industri Migas Harus Gandeng Milineal

Erandhi Hutomo Saputra
02/5/2018 15:13
Jokowi: Kalau Mau Bertahan Industri Migas Harus Gandeng Milineal
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo yakin industri minyak dan gas (migas) tetap akan bertahan di masa mendatang, teknologi yang menggunakan energi baru terbarukan (EBT) semakin berkembang. Meski demikian, menurutnya, keyakinan itu bukan berarti tanpa inovasi dari industri.

"Revolusi energi baru terbarukan akan mengurangi permintaan minyak ke depan, ini info yang saya gak percaya, tetap akan dibutuhkan migas ini," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara Konvensi dan Pameran Indonesia Petroleum Association (IPA) ke-42 di Jakarta Convention Center, Rabu (2/5).

Tapi untuk mewujudkan keyakinan itu, menurutnya industri migas tidak boleh berdiam diri tanpa inovasi. Pasalnya, perkembangan EBT saat ini diprediksi akan mengurangi permintaan minyak sebesar 279 ribu barrel per hari. Untuk itu, Jokowi meminta industri migas berbenah dengan memanfaatkan teknologi.

Untuk memanfaatkan teknologi tersebut, ujarnya, diperlukan pemikiran dari anak-anak muda yang kini semakin kreatif dan inovatif mengembangkan ekonomi digital. "Dengan bakat anak muda yang terbaik, saya yakin industri ini bisa menyalip sektor lain," sebutnya.

Akan tetapi, Jokowi menyadari, menggandeng generasi milieal bukanlah hal mudah. Sebab, berdasarkan perbincangannya dengan para pelaku bisnis e-commerce, anak muda lebih menginginkan bisnis yang mencerminkan inovasi, kemandirian, dan membawa kebaikan bagi masyarakat.

"Artinya generasi muda kita, milineal yang jadi penting nilai dan norma, apakah industri simbol inovasi, kemajuan, dan membawa masyarakat ke masa depan yang lebih baik, atau merupakan simbol pencemaran atau kerakusan," tukasnya.

Sehingga, menurut Jokowi, industri migas harus mulai mengubah budaya dalam perusahaannya agar generasi muda yang memiliki inovasi tertarik bergabung. "Kalau kita tidak berhasil mengubah budaya dan reputasi terutama di migas ya anak-anak muda yang pintar dan cemerlang tidak akan tertarik lagi masuk ke sektor ini," cetusnya.

Untuk mendorong pertumbuhan sektor migas, pemerintah juga meminta Kementerian ESDM untuk memangkas prosedur yang berbelit-belit. Ia meminta para pengusaha untuk menyampaikan hambatan apa saja yang masih dialami pengusaha migas. "Termasuk aturan terkait gross split, apa yang harus dibenahi disitu," ucapnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya