Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kondisi Cuaca Bisa Jadi Ancaman Kestabilan Harga

Andhika Prasetyo
22/12/2017 14:30
Kondisi Cuaca Bisa Jadi Ancaman Kestabilan Harga
(ANTARA)

PERAYAAN hari besar keagamaan dan nasional setiap tahun selalu menjadi momok menakutkan bagi pemerintah. Pasalnya, setiap momen tersebut datang, berbagai persoalan kerap mengikuti, mulai dari kemacetan di beberapa ruas jalan hingga kenaikan harga komoditas pangan.

Tidak terkecuali pada tahun ini. Setelah dinilai berhasil mengendalikan harga bahan pangan pokok pada Lebaran tahun ini, pemerintah mesti berjuang untuk mengulangi kesuksesan tersebut pada akhir tahun ini saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 tiba.

Melalui Perum Bulog, pemerintah sejak 11 Desember 2017 telah melakukan operasi pasar di wilayah-wilayah yang rentan mengalami kenaikan harga pangan ketika musim liburan tiba.

Namun, meskipun telah dilakukan pencegahan, masih tetap saja terjadi kenaikan harga komoditas pangan pokok di beberapa daerah di Indonesia.

Sekjen Kementerian Pertanian Hari Priyono melihat hal itu sebagai sesuatu yang lumrah mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan tingkat kemudahan akses untuk menuju wilayah di setiap pulau yang berbeda-beda.

"Harga naik itu bukan berarti produksi turun, atau ada kelangkaan bahan pokok. Kita ini negara kepulauan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga," ujar Hari saat ditemui Media Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (22/12).

Proses distribusi, ucapnya, jelas menjadi salah satu faktor penentu terkoreksinya harga komoditas, terlebih ketika kondisi cuaca tidak menentu seperti saat ini.

"Gelombang laut dan curah hujan sedang tinggi, itu akan mempengaruhi proses distribusi bahan pokok," tandasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya