Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Terlambat 3 tahun, Pemerintah Baru akan Uji Coba Bioetanol 2%

Antara
19/12/2017 13:55
Terlambat 3 tahun, Pemerintah Baru akan Uji Coba Bioetanol 2%
(Ist)

PEMERINTAH akan memulai uji coba pencampuran bahan bakar dengan kadar etanol sebanyak 2% pada kendaraan roda empat yang menggunakan BBM non-PSO dan nonsubsidi.

"Pemerintah sedang mendorong uji etanol 2% (E2) yang pasokannya masih memungkinkan," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/11).

Seharusnya uji coba sudah memasuki tahap campuran etanol 5%, tetapi karena terkendala dari sisi pasokan, program tersebut baru akan dimulai pada kadar campuran 2%.

Meski demikian, Archandra mengatakan perlahan kandungan akan ditingkatkan hingga pada angka 5%. Sebetulnya, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015, pemakaian etanol untuk transportasi non-PSO dan industri sebesar 2% mestinya sudah dilakukan pada April 2015. Sudah terlambat hampir tiga tahun.

Sedangkan kadar bioetanol 5% harusnya sudah diimplikasikan pada Januari 2016, namun hingga saat ini malah baru dimulai uji coba untuk kadar campuran 2%. Jumlah pasokan disinyalir menjadi hambatan program tersebut.

Kemudian target campuran bioetanol tertinggi pada angka 20%, berdasar Permen tersebut, ditargetkan terlaksana pada Januari 2025.

Pada bagian lain, melanjutkan kajian yang telah dilakukan pada 2017, Kementerian ESDM kembali akan melakukan uji coba Biodiesel-20 (B-20) pada kereta api dan studi awal penggunaan Biodiesel-30 (B-30) untuk transportasi darat selain kereta api pada 2018.

"Kajiannya sudah selesai, namun demikian ada tes lapangan juga ini sekarang sedang persiapkan di lapangannya, akan dicoba pada transportasi darat selain kereta api," ujar Arcandra.

Wamen ESDM menjelaskan, butuh waktu dalam masa peralihan dari B-20 menuju B-30. Disamping itu, uji coba terus dilakukan agar kedepannya penerapan B-30 pada transportasi darat tidak menemui kendala.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, implementasi B-30 menunggu terselesaikannya kendala yang ada di B-20. "Kita masih akan menguji B-20 untuk kereta api, akan dibuktikan apakah B-20 comply dengan sistem kereta api sekarang," jelasnya.

Mendukung pernyataan tersebut, Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menambahkan, hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan injector pada kereta api dengan injector mobil diesel, yang menyebabkan lebih sulit dalam mengaplikasikan biodiesel untuk kereta.

Ia juga menjelaskan, saat ini sedang disiapkan uji coba dengan Kereta Api Bandung-Jakarta. "Uji coba ini akan mulai dilakukan pada Januari-Maret. Kami juga tidak ingin ada perbedaan terhadap sistem mesin dari penggunaan B-20 pada kereta ini nantinya," tukas Dadan. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya