Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun ini mencapai 5,03%-5,05%. Prediksi tersebut lebih rendah dari target APBNP yang sebesar 5,2%
Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta mengatakan kinerja ekonomi masih belum maksimal karena masih adanya ketidakpastian ekonomi dan politik dunia. Penyebab utamanya ialah pernyataan-pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Ketidakpastian masih membayangi pengusaha pada tahun ini karena pernyataan-pernyataan Trump. Kita prediksi pertumbuhan tahun ini 5,03%-5,05% lah," ucap Arif dalam diskusi Outlook Persaingan Usaha 2018 di Jakarta, Selasa (19/12).
Menurutnya, tantangan ekonomi Indonesia sejak 2015 sangat berat. Para pengusaha dan investor dipandang mengambil tindakan wait and see terhadap kebijakan ekonomi global dan nasional.
Bayang-bayang kebijakan Trump pun dirasa akan terus berlanjut pada tahun depan. KEIN memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan mencapai 5,1%-5,6%.
"Kami tetap optimistis Indonesia bisa terus tumbuh, meski ada suasana ketidakpastian yang berkembang," tukas Arif.
Agak berbeda dengan sejumlah pengamat ekonomi, Arif menyebut kondisi perpolitikan nasional juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini dan ke depan. Panasnya kondisi politik sejak Pemilu 2014 masih terasa hingga kini dan akan berlanjut pada tahun politik 2018-2019.
Pun, kebijakan pemerintah dinilai ikut berpengaruh. Implementasi paket-paket kebijakan pemerintah dirasa belum maksimal dan belum ada kebijakan stimulus fiskal bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Kalau paket kebijakan memang mantap, stabilisasi politik terjaga, harusnya tiap tahun kita bisa bertumbuh tinggi dan 2018 kita bisa tumbuh 6%. Sayangnya, memang tantangannya berat," imbuh Arif. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved