Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Koperasi Masa Depan Harus Mampu Aplikasikan Layanan Digital

Micom
18/12/2017 14:55
Koperasi Masa Depan Harus Mampu Aplikasikan Layanan Digital
(Ilustrasi)

KOPERASI dan digitalisasi menjadi isu yang mencuat dalam Kongres Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia (AMKI) yang berlangsung di Yogyakarta pada 15-17 Desember 2017, kemarin.

Sebagian besar dari 200 lebih koperasi besar di Indonesia hadir dalam kongres yang mengambil tema 'Implementasi Teknologi Informasi dan Kerjasama Antar Koperasi Sebagai Jalan Sukses Modernisasi Koperasi Indonesia' tersebut.

Ketua Umum AMKI Sularto dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa sudah saatnya pelaku koperasi bersatu, bergabung dalam satu transaksi. Kerja sama antarkoperasi tidak boleh ditunda lagi.

"Kita secepatnya harus masuk industri digital. Maka layanan keuangan digital koperasi harus segera diaplikasikan," paparnya.

Dalam sesi CEO Forum pun isu tersebut menjadi bahasan utama. pada intinya, para CEO koperasi itu sepakat bahwa koperasi harus mampu menjalin kerja sama erat dan memanfaatkan teknologi sebagai pendukung kemajuan koperasi Indonesia.

Koperasi, menurut forum tersebut, juga harus mampu hadir sebagai solusi terhadap perekonomian rakyat dan mampu membuat manajemen yang accountable.

Pada rangkaian kongres itu dihadirkan pula pembicara dari praktisi koperasi yang dinilai punya kinerja moncer untuk berbagi pengalaman dan strategi mereka mengembangkan koperasi.

Di antaranya ialah Edi Kartika, Ketua Koperasi Warga Semen Gresik yang merupakan koperasi kelas dunia, bahkan masuk ke dalam jajaran 300 besar koperasi dunia versi ICA. Juga Agus Munafi dari Koperasi Kisel, koperasi besar Indonesia yang menularkan strateginya sehingga mampu menjadi koperasi besar dengan aset triliunan rupiah.

Tak ketinggalan ialah pemberian anugerah kepada insan koperasi Indonesia yang inspiratif. Anugerah insan koperasi Pelopor Perempuan penggerak koperasi syariah diberikan kepada Mursida Rambe, Ketua BMT Beringharjo dan peraih Tokoh Perubahan Republika.

Pelopor Koperasi Pemuda kepada Pendi Yusup dan Kreator CSR Koperasi kepada Komarudin Batubara. Sebagai informasi, Komarudin ini pada 2017 telah memberikan rumah gratis kepada 64 anggotanya.

Kemudian penghargaan Penggerak Koperasi Kelas Dunia diberikan kepada Edi Kartika, Pelopor Koperasi Karyawan Kreatif untuk Yanuedi Melayanto Ketua Kopkar Bukopin. Adapun anugerah Insan Koperasi Jasa Transportasi dengan teknologi terbaik diberikan pada Ponco Seno Ketua Koperasi PPRI.

Di akhir kegiatan, peserta Kongres AMKI bersepakat mengeluarkan rekomendasi yang disebut Piagam Jogja. Terdapat lima pernyataan dasar dalam piagam tersebut.

Pertama, kerja sama antarkoperasi mutlak dilaksanakan untuk memperkuat jatidiri koperasi sesuai prinsip dan nilai koperasi seutuhnya. Kedua, implementasi teknologi informasi segera dilaksanakan lebih luas agar koperasi Indonesia makin mempunyai daya saing dalam perekonomian.

Ketiga, pemerintah harus secepatnya menerapkan pajak khusus yang berkeadilan terhadap koperasi. Keempat, koperasi Indonesia harus mengarusutamakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Terakhir, kemandirian koperasi harus dibangun dengan meningkatkan partisipasi anggota dan tata kelola manajemen yang baik.

"Piagam Jogja ini perlu dilaksanakan para pegiat koperasi seluruh Indonesia. Saya mengajak semua elemen koperasi untuk menjadikan Piagam Jogja sebagai momentum pembangunan koperasi masa depan. tentunya dengan terus juga mendorong pemerintah lebih fokus dalam tugasnya membina koperasi," pungkas Sularto. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya