Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
LIGHT Rapid Transit (LRT) Jabodetabek saat ini dipandang menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta. Pemerintah pun diminta untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur kereta ringan tersebut dan jangan dibiarkan tersendat. Bila perlu pemerintah menggandeng pihak swasta untuk mendukung penyelesaian proyek itu.
Hal itu dilontarkan Komisi V DPR RI Fraksi PDIP, Nusirwan Soedjono pada diskusi 'Megaproyek Terbatas Dana' di Metro TV, Selasa (12/12) malam. Diskusi itu dihadiri juga Menteri Perhubungan Budi Karya dan Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit
Ia meyakini pemerintah sangat serius membangun LRT, meskipun pembangunan transportasi massal tersebut memerlukan dana sangat mahal. Namun Nusirwan mengingatkan agar pendanan itu tak seluruhnya bersumber dari anggaran pemerintah seperti dari APBN. Pendanaan besar itu semestinya didukung oleh pihak lain untuk menjaga aspek keekonomian supaya tarif LRT dapat terjangkau oleh masyarakat.
"LRT ialah prasarana massal yang memerlukan dana sangat besar. Karena itu, pembangunan LRT tidak bisa hanya ditanggung oleh pemerintah semata. Selain BUMN, pendanaan perlu juga disupport oleh kawasan atau pengembang perumahan yang merasa diuntungkan dengan kehadiran LRT," kata kata Nusirwan.
Senada, Menteri Perhubungan Budi Karya juga menegaskan LRT merupakan salah satu solusi dalam mengatasi kemacetan di Jakarta. Sebab, LRT Jabodetabek bisa mengangkut sebanyak 430 juta penumpang per tahun.
"Ke depan pilihan Jakarta untuk mengatasi kemacetan adalah dengan menggunakan transportasi massal. Pemerintah konsisten membangun angkutan massal secara bertahap sehingga pada 2025 diharapkan sudah bisa tercapai prasarana massal yang lengkap," kata Budi Karya.
Sementara itu, Danang menyebut pemerintah juga harus memikirkan konektivitas LRT agar bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan menggunakan LRT. Menurutnya, para pengguna yang bekerja di gedung-gedung mesti bisa dengan mudah menggunakan LRT, misalnya dengan tersedianya lift atau moda transportasi menuju LRT.
"Ini pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menciptakan koneksi LRT dengan gedung-gedung bertingkat dan angkutan umum lainnya," katanya.
Nusirwan pun menyebut konektivitas menjadi hal yang utama yang harus disediakan. "Kemudahan-kemudahan masyarakat untuk mencapai LRT harus diperhatikan agar bisa memberikan kemudahan masyarakat," tegasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved