Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

PLN Gandeng Prancis Bangun Pembangkit Tenaga Angin Senilai Rp4,53 Triliun

Dwi Tupani, Laporan dari Paris
11/12/2017 22:55
PLN Gandeng Prancis Bangun Pembangkit Tenaga Angin Senilai Rp4,53 Triliun
(Ilustrasi)

PT PLN (Persero) menggandeng perusahaan Prancis dalam mengembangkan energi terbarukan di Indonesia. Ada tiga proyek yang akan diteken hari ini di Paris, Prancis, senilai US$336,9 juta atau sekitar Rp4,53 triliun.

Seperti dikutip dari jadwal Menteri ESDM Ignasius Jonan, Senin (11/12), acara penandatanganan kerja sama dilakukan di sela-sela acara Renewable Energy Companies Commited to Climate, dalam rangkaian One Plannet Summit, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Senin (12/11).

Jonan dijadwalkan jadi salah satu keynote speaker pada acara tersebut. Penandatangan itu juga merupakan tindak lanjut dari gelaran French Renewable Energy Group yang dilangsungkan di Jakarta, Februari 2017 lalu.

Jonan akan menyaksikan langsung penandatanganan 3 Letter of Intent (LoI) pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PLN dengan Independent Power Producers (IPP) asal Prancis.

Berikut rincian proyek kerja sama antara RI dan Prancis. Pertama, PLTB Tanah Laut di Provinsi Kalimantan Selatan, kapasitas 70 MW dengan pengembang konsorsium Pace Energy Pte Ltd & PT Juvisk Tri Swarna. Target COD 24 bulan dari financial date (FD)/2020 dan nilai investasi sebesar US$153,738 juta (Rp2,07 triliun).

Proyek kedua, PLTS Bali 1 di Kabupaten Kubu, Provinsi Bali, kapasitas 50 MWp dengan pengembang konsorsium Equis Energy Indonesia & PT Infrastruktur Terbarukan Fortuna. Target COD 20 bulan dari financial date (FD)/2020 dan nilai investasi US$91,6 juta (Rp1,23 triliun).

Adapun proyek ketiga, PLTS Bali 2 di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, kapasitas 50 MWp dengan pengembang Aquo Energy Indonesia Ltd. Target COD 20 bulan dari financial date (FD)/2020 dan nilai investasi US$91,6 juta (Rp1,23 triliun).

Jonan mengapresiasi kerja sama Indonesia-Prancis yang diwujudkan dengan komitmen melalui LoI di sektor ketenagalistrikan, yang juga mendorong upaya peningkatan bauran energi terbarukan di Indonesia dalam mencapai target 23% pada 2025 dan berkontribusi pada aksi perubahan iklim.

Setelah penandatanganan LoI, dilakukan penandatanganan MoU (non-binding dan non-ekslusif LoI) antara International Finance Corporation (IFC) dengan ketiga pengembang. IFC yang berafiliasi dengan World Bank menyatakan komitmennya untuk mendukung pendanaan pengembangan EBT di Indonesia.

Jonan bersama rombongan selanjutnya dijadwalkan mengikuti rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Planet Summit di Paris, 11-13 Desember 2017 sebagai peringatan dua tahun atas ditandatanganinya Perjanjian Perubahan Iklim Paris Agreement serta meninjau kembali komitmen dan implementasi kesepakatan global tersebut. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya