Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Sentul Catat Kenaikan Pendapatan 49%

Micom
11/12/2017 21:16
Sentul Catat Kenaikan Pendapatan 49%
(Ist)

PT Sentul City Tbk berhasil mencatat kinerja positif sepanjang Januari-September 2017 dengan mencetak peningkatan pendapatan bersih hingga hampir 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersih Sentul City hingga kuartal III 2017 tercatat sebesar Rp715.123 miliar, meningkat 49,56% dari Rp 478.147 miliar pada kuartal III 2016.

Dengan hasil itu, perseroan mampu menghasilkan laba (kotor) sebesar Rp338.093 miliar, naik 17,83% dari periode 9 bulan tahun lalu sebesar Rp286,935 miliar.

Di sisi lain, hingga Oktober 2017, Sentul City telah berhasil meraih marketing sales sebesar Rp902.3 miliar. "Kami optimistis target marketing sales 2017 sebesar Rp1.2 triliun dapat tercapai," ujar Keith Steven Muljadi, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk, dalam public expose di Sentul City, Bogor, Kamis (7/12).

Jika itu tercapai, Steven menyebut pada tahun depan mereka menargetkan meraih pertumbuhan sekitar 20%, dengan target marketing sales sebesar Rp1,5 miliar. Target itu cukup moderat dengan melihat situasi tahun depan yang akan menggelar pesta demokrasi.

"Karena situasi ekonomi yang belum kondusif, ditambah adanya pemilihan kepala daerah, kami akan konservatif dan melangkah dengan hati-hati di 2018,” imbuhnya.

Untuk 2018, Sentul City menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp700 miliar. Mereka, rencananya akan meluncurkan 4 cluster baru sebanyak 361 unit rumah yang akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektare dengan target nilai penjualan sebesar Rp 650 miliar.

Adapun saat ini Sentul City tengah mengembangkan superblok di Central Business Distric (CBD) Sentul City, seluas 7,8 hektare. Di kawasan superblok CBD, selain pusat perbelanjaan asal Jepang AEON Mall, juga akan dibangun empat tower apartemen, gedung perkantoran, hotel bintang empat dan lima.

BKSL menggandeng Sumitomo Corporation asal Jepang untuk mengembangkan tiga tower apartemen di superblok tersebut. "Tahun depan kami targetkan satu tower apartemen yang bekerja sama dengan Sumitomo terjual dengan target nilai penjualan Rp 550 miliar," kata Syukurman Larosa, Direktur Independen PT Sentul City Tbk.

Syukurman mengungkapkan, saat ini komposisi penjualan dari landed house dan high rise building masing-masing 65% dan 35%. Pada 2018 komposisinya akan bergeser, landed house 40% dan high rise building 60%. “Kami akan menggenjot proyek high rise building,” kata Syukurman.

Lebih lanjut Keith Steven Muljadi mengatakan, Sentul City akan terus aktif mencari dan bekerja sama dengan mitra-mitra strategis yang memiliki kompetensi dan juga rekam jejak yang kuat.

"Itu untuk mendukung komitmen Sentul City melaksanakan pengembangan perkotaan hijau yang berkelanjutan dan inovatif," tutupnya. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya