Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI geografis Indonesia berupa kepulauan membuat solusi jaringan berbasis mobile (mobile broadband) marak digunakan.
Hal tersebut menjadi solusi pemerataan layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia.
Namun, pada tahun depan, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan akselerasi terhadap penggunaan pita lebar jaringan tetap (fixed broadband) berbasis serat optik, terutama di kalangan konsumen rumah tangga.
Menkominfo Rudiantara akan berkomunikasi dengan sejumlah pihak, mulai pertengahan bulan depan.
"Januari kami bedah lebih detail daripada kita bicara sekarang hanya permukaan malah tidak efektif. Pertengahan Januari kami sudah sepakat, nanti bikin FGD atau apa, keluarannya apa yang harus dilakukan stakeholder, termasuk pemerintah, regulasinya apa untuk melakukan akselerasi di fixed broadband," kata Rudiantara di Jakarta, Rabu (6/12).
Penggunaan mobile broadband telah menyebabkan Indonesia melakukan leap frog (lompat jalur) dalam sarana konektivitas ke dunia maya.
Hasilnya, dalam ICT Index yang dikeluarkan ITU, peringkat Indonesia tidak beranjak jauh.
Tahun ini, peringkat Indonesia di posisi ke-111 dengan nilai 4,33 atau naik tiga peringkat dari tahun lalu.
Meski begitu, indeks tersebut dianggap Rudiantara tidak serta-merta membuat Indonesia terlihat tertinggal.
Data terakhir menunjukkan pengguna internet di Indonesia naik secara eksponensial hingga 132,7 juta orang. Sebagian besar orang menggunakan internet melalui telepon selular pintar.
Direktur Network dan IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin menambahkan saat ini sambungan telepon tetap mencapai belasan juta rumah tangga.
"Belasan juta yang fixed line. Rumah tangga sekarang kami ready untuk 20 juta. Jadi, optik fiber kami sudah jalan di 20 juta rumah," katanya.
Dukungan
Rencana pemerintah dalam akselerasi fixed broadband mendapat dukungan penuh dari pihak penyedia jasa internet. Wakil Presiden Bidang Pemasaran PT Supra Primatama Nusantara Yudie Haryanto mengaku rencana tersebut akan membantu produk yang dikeluarkan Biznet untuk melakukan akselerasi.
"Kami mendukung. Apalagi kami perusahaan yang fokus pada pengembangan jaringan berbasis serat optik. Jadi, kami juga bisa melakukan akselerasi pengembangan jaringan. Terkadang yang kami hadapi itu salah satunya terkait dengan perizinan soal pemasangan jaringan," kata Yudie di Denpasar, Bali, Sabtu (9/12).
Di sisi lain, Biznet juga sudah melakukan penjajakan untuk menambah jaringan serat optik miliknya yang kini sudah mencapai 20 ribu km dan memberikan pelayanan bagi 100 kota di Jawa, Bali, sebagian Sumatra, dan Batam.
Bagus Wicaksono, Senior Manager Sales Regional East Biznet, mengimbuhkan, pihaknya telah melakukan penjajakan di sejumlah wilayah timur Indonesia, seperti Lombok, Makassar, dan Maluku. (S-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved