Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
RUANG publik terbuka bisa menjadi sarana untuk anak mengembangkan diri dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Sebab itu, memaksimalkan ruang terbuka untuk anak sangat lah penting.
Psikolog dan Co-Founder Rumah Dandelion Orissa Anggita Rinjani menyebut manfaat kehadiran ruang publik terbuka dapat dioptimalkan untuk memperkuat stimulasi tumbuh kembang anak usia satu tahun ke atas.
“Karakteristik bermain di ruang publik terbuka memungkinkan anak-anak menjalin persahabatan, sekaligus mendukung pengembangan keterampilan sosial yang penting seperti empati, kompromi dan kesabaran. Anak yang rutin bermain di luar ruang juga memiliki kecenderungan lebih besar untuk menampilkan perilaku baik pada orang lain atau dengan kata lain mampu mengatur emosional dengan baik,” kata Orissa.
Agar anak dapat memaksimalkan pengembangan diri dan bersosialisasi dengan teman-teman sebaya di ruang publik terbuka, berikut adalah sejumlah tip dari Orissa untuk para orangtua:
Dorong si kecil untuk berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Misalnya mengimbau untuk saling bergantian menggunakan sarana bermain guna melatih kemampuan sosialisasinya.
Bagi anak yang membutuhkan waktu menyesuaikan diri, orangtua bisa mengatur playdate dengan teman-teman yang sudah dikenal di ruang publik terbuka dan memberikan tempat bermain yang lebih edukatif guna mengasah aspek psikososial.
Latih kepekaan anak dengan menemaninya mengenali berbagai hal menarik saat bermain di ruang publik terbuka, termasuk mengajarkan mereka pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Latih motorik dengan mengenalkan anak kepada berbagai permainan yang menuntut gerak aktif, antara lain bermain ayunan, jungkat-jungkit dan engklek. Orangtua harus konsisten mengingatkan tentang pentingnya bersikap positif sekaligus beri penjelasan dampak baik yang didapat dari sikap tersebut, sehingga anak memiliki karakter dan moral yang baik.
Keamanan dan keselamatan yang harus diajarkan pada anak, misalnya memegang handrail ketika naik atau turun tangga. Juga, bangun kebiasaan anak untuk antre dan menunggu giliran bermain wahana secara bergantian. Hal ini bisa melatih sisi emosionalnya yaitu kesabaran.
”Sejumlah tip di atas dapat menambah pedoman orangtua, khususnya Bunda untuk menemani Si Buah Hati pada proses tumbuh kembangnya. Seluruh stimulasi tersebut bermanfaat membantu perkembangan otak anak secara optimal dan melatih daya mentalnya semakin percaya diri dalam menyongsong masa depan,” ungkap Orissa, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Media Indonesia, Selasa (25/7).(M-4)
Sering gagal menjaga resolusi tahun baru? Masalahnya bukan pada disiplin, tapi pada metode.
Kenali people pleaser: ciri, dampak, & cara mengatasi demi hubungan sosial sehat. Temukan keseimbangan diri!
Ungkap kepribadianmu! Psikotes akurat, bantu kenali potensi diri & raih kesuksesan. Temukan tes kepribadian terbaik di sini!
Manifesting: Ubah pikiran jadi kenyataan! Pelajari proses menarik impian ke kehidupan nyata dengan teknik manifesting yang efektif.
Upgrade skill & karirmu! Pelatihan Adult Trainee dirancang khusus untuk dewasa muda. Investasi terbaik untuk masa depan gemilang!
Coach: Lebih dari sekadar pelatih. Temukan peran coach di berbagai bidang, dari olahraga hingga pengembangan diri, dan raih potensi maksimal!
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved