Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Meningkatnya suhu global meningkatkan risiko kematian pekerja atau menjadi cacat karena bekerja dalam cuaca panas yang ekstrem. Demikian peringatan yang disampaikan para pakar pada sebuah konferensi internasional yang diadakan di Qatar, belum lama ini.
Dalam konferensi itu diungkapkan bahwa puluhan ribu pekerja di seluruh dunia telah meninggal karena penyakit ginjal kronis dan penyakit lain yang terkait dengan suhu panas ekstrem selama beberapa dekade terakhir.
“Sains memberi tahu kita bahwa semua negara dapat berbuat lebih banyak," kata kepala regional Organisasi Buruh Internasional untuk negara-negara Arab, Ruba Jaradat, di konferensi tersebut.
Gelaran Piala Dunia tahun lalu di Qatar melibatkan para pekerja yang bekerja keras di suhu yang bisa mencapai 50 derajat Celcius (122 Fahrenheit) selama puncak musim panas di negara-negara di seberang Teluk.
Sejak 2021, Qatar telah melarang kerja di luar ruangan antara pukul 10.00 dan 15.30 mulai 1 Juni hingga 15 September. Langkah reformasi ini dipuji oleh badan tenaga kerja PBB, meski menurut para ahli banyak cara lain yang juga bisa dilakukan.
Sejauh ini, tidak ada standar internasional berapa suhu yang dapat ditolerir untuk pekerjaan di luar ruangan, tetapi perubahan iklim sepertinya telah memaksa semua pemerintah untuk lebih melindungi warganya, termasuk para pekerja.
Pemerintah AS menjanjikan aturan baru pada tahun 2021 setelah gelombang panas yang mematikan melanda negeri itu dan pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa panas adalah pembunuh utama terkait cuaca di negara ini. Namun, hingga kini, belum ada upaya konkret yang dilakukan.
Eropa juga mengalami gelombang panas yang mematikan. Selain Qatar, Siprus adalah salah satu negara yang membatasi jam kerja, memberikan istirahat ekstra, dan pakaian pelindung panas saat suhu melonjak di atas 35 derajat Celcius (95 Fahrenheit).
Menurut para peneliti radiasi panas dan sengatan panas sinar matahari yang ekstrem dapat memicu penyakit ginjal, jantung dan paru-paru, serta meningkatkan stadium kanker.
Justin Glaser, kepala Jaringan La Isla, sebuah kelompok kesehatan kerja, mengatakan lebih dari 20 ribu pekerja gula di Amerika Tengah telah meninggal dalam satu dekade akibat penyakit ginjal kronis. Dia juga menyebut sekitar 25 ribu kematian akibat penyakit ginjal di Sri Lanka. (AFP/M-3)
Penelitian terbaru di jurnal Nature mengungkap fakta mengejutkan. Serangga di wilayah tropis, termasuk Amazon, terancam punah karena tidak mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu ekstrem.
Suhu Greenland Maret 2026 menunjukkan tren menghangat yang mengkhawatirkan. Simak update terbaru mengenai "Zona Gelap" dan dampaknya bagi permukaan laut dunia.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti Cornell University merilis peta global yang mengungkap 70% emisi lahan pertanian berasal dari sawah padi dan pengeringan lahan gambut.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved