Sabtu 06 Maret 2021, 07:30 WIB

Pameran Melati Suryodarmo Dibuka Lagi

Fathurrozak | Weekend
Pameran Melati Suryodarmo Dibuka Lagi

Goh Chai Hin/ AFP
Melati Suryodarmo dalam pameran Why Let the Chicken Run? yang berlangsung Februari 2020.

SETELAH Februari tahun lalu terhenti akibat pandemi, eksibisi Melati Suryodarmo: Why Let The Chicken Run? kembali dibuka untuk publik mulai 10 Maret 2021. Pameran yang sekaligus untuk memperingati 25 tahun perjalanan artistik sang seniman itu masih berlangsung di tempat sama yakni di Museum MACAN (Modern And Contemporary Art in Nusantara), Jakarta Barat.

Melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia, pihak museum menyatakan akan membatasi 100 tiket kunjungan per sesi yang dianjurkan dipesan secara daring, dengan setiap harinya akan tersedia empat slot waktu kunjungan. Namun tidak disebutkan tanggal akhir pameran tersebut. Selain itu karena tempat penitipan barang ditutup, pengunjung juga disarankan untuk membawa tas kecil ukuran A4, atau jika dengan tas berukuran besar, dianjurkan untuk dibawa di bagian depan tubuh. 

Selain pameran tunggal Melati Suryodarmo, museum juga menghadirkan pameran lainnya, di antaranya Stories Across Rising Lands, pameran yang mengangkat seni kontemporer Asia Tenggara. Dalam pameran ini menampilkan perupa dari seluruh Asia Tenggara, yang berkarya menggunakan berbagai media, termasuk video, instalasi, fotografi, lukisan, dan performa video. 

Stories Across Rising Lands berfokus pada kejadian dan narasi harian kecil yang membentuk hubungan sosial dan budaya di suatu tempat. Menampilkan karya dari delapan perupa dan satu kolaborasi artistik, Cian Dayrit (Filipina), Ho Rui An (Singapura), Kawita Vatanajyankur (Thailand), Saleh Husein (Indonesia), Lim Kok Yoong (Malaysia), Souliya Phoumivong (Laos), Maharani Mancanagara (Indonesia), Nge Lay (Myanmar) dan kolaborasi antara Tan Vatey dan Sinta Wibowo (Kamboja/Belgia). Pameran ini terbuka untuk umum di museum, juga dapat dinikmati di rumah melalui seri diskusi panel reguler, tur virtual 360 dan berbagai aktivasi digital.

“Sepanjang tahun 2021, Anda akan melihat kombinasi antara program daring dan fisik yang terbatas di museum. Ini waktu bagi kita untuk bereksperimen dengan bagaimana kita terhubung dengan publik, untuk memastikan kesehatan dan keselamatan tetap diprioritaskan, dan untuk memastikan seni dan budaya tetap menjadi bagian penting dari diskusi tentang masyarakat masa depan,” kata Aaron Seeto, Direktur Museum MACAN, dalam rilisnya, Kamis (4/3).
 

Baca Juga

BAFTA/AFP

Vinterberg Dedikasikan Piala BAFTA untuk Anaknya

👤Fathurrozak 🕔Senin 12 April 2021, 10:35 WIB
Film Another Round garapan Thomas Vinterberg meraih film non berbahasa Inggris terbaik di BAFTA...
 AFP

Mengenang Gagarin, Manusia Pertama yang Menjelajah Luar Angkasa

👤Adiyanto 🕔Senin 12 April 2021, 10:16 WIB
Penyebab di balik kematian pria berusia 34 tahun itu tetap misteri, seperti kehidupan di atas sana yang pernah dijelajahinya lebih dari...
BAFTA/AFP

Raih Film Inggris Terbaik, Fennell Rencanakan Lebih Produktif

👤Fathurrozak 🕔Senin 12 April 2021, 10:10 WIB
Lewat film Promising Young Woman, Emerald Fennell meraih Best British Film di BAFTA...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya