Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
KREATIVITAS dan inovasi perempuan seperti tidak ada habisnya. Contohnya ialah tiga perempuan Azalea Ayuningtyas, Hanna Keraf, dan Melia Winata yang mampu membawa Du’anyam ke pasar internasional. Mereka ialah perempuan yang gigih yang menggerakkan sebuah komunitas sosial. Gerakan menganyam dalam Du’anyam bertujuan membantu ibu-ibu di Flores agar kehidupan mereka lebih sejahtera.
“Sekarang ini Nusa Tenggara Timur juga sudah mulai mengalami pengembangan dari perajin anyamannya dan pemilihan bahannya, hingga hasilnya, salah satunya sobe (bakul besar). Sobe merupakan hasil ayaman dengan ukiran tiga dimensi yang bisa dipasarkan hingga ke luar,” jelas Azelea Ayuningtyas. Produk-produk dari Nusantara ini bahkan sekarang bisa menembus pasar internasional.
Produk-produk dari Nusa Tenggara Timur (NTT) itu kemarin juga berhasil diperkenalkan pada perhelatan Asian Games 2018. Sebanyak 16 ribu kerajinan terjual habis.
Harapan ke depan dari Du’anyam ialah mengembangkan produk lokal Indonesia yang lebih ramah lingkungan. Saat ini ada sekitar 40 desa dengan 1.000 ibu-ibu yang ikut bekerja dalam gerakan ini. Selain mendapatkan penghasilan tambahan, sudah ada 67 anak dari pekerja yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah.
“Iya kita ingin terus berkembang dari segi kualitas dan kuantitas dan semoga kita bisa terus memamerkan potensi-potensi mereka ke dunia,” tegas Hanna Keraf. (*/M-2)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved