Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Stasiun Penelitian Tuanan Rilis Riset Terbarunya soal Orangutan

Abdillah M Marzuqi
25/7/2018 20:00
Stasiun Penelitian Tuanan Rilis Riset Terbarunya soal Orangutan
Petugas Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) mengamati Orangutan (Pongo pygmaeus) yang telah dilepasliarkan di Pulau Badak Kecil, Kawasan Pulau Salat, Desa Pilang, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.(ANTARA)

TANPA terasa sudah 15 tahun kehadiran Stasiun Penelitian Tuanan di Kapuas, Kalimantan Tengah. Stasiun Penelitian Tuanan dikelola oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) melalui Program Konservasi Mawas (BOSF-Mawas) bersama Universitas Nasional (UNAS), Zurich University dan Rutgers University.

Pusat penelitian khusus orangutan yang berdiri sejak 2003 silam itu pun membeberkan sejumlah temuan terbarunya dalam simposium internasional bertajuk Conservation Efforts and Knowledge Development through Long-Term Research di Universitas Nasional di Jakarta, Rabu (25/7).

"Kita selalu berbagi apa yang telah dihasilkan riset-riset di Tuanan kepada publik," terang Direktur Pusat Riset Primata UNAS Sri Suci Utami Atmoko.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Pusat Riset Primata dan Fakultas Biologi Universitas Nasional. Kegiatan berupa Simposium dan Pameran Foto Kegiatan dan Hasil Penelitian selama 15 tahun sejak 2003.  Sri mengatakan, selama 15 tahun ini telah banyak hasil penelitian dihasilkan dan sangat bermanfaat sebagai dasar pengelolaan konservasi orangutan dan habitatnya.

Meski demikian, imbuhnya, usia 15 tahun adalah waktu yang sangat singkat untuk mengungkap keunikan perilaku orangutan.  "Masih banyak yang bisa digali dari orangutan seperti sejarah, ekologi, adaptasi, nutrisi, bahkan kesehatan jangka panjang," kata dia.

Berbeda dari pusat penelitian lain. Jika pusat penelitian lain lazimnya berada dalam taman nasional, Stasiun Penelitian Tuanan justru ada di luar kawasan konservasi. Hal itu sejalan dengan 78% sebaran populasi orangutan Kalimantan, yang memang berada di luar kawasan konservasi. Hutan Tuanan saat ini berstatus Hutan Lindung dibawah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Model Kapuas-Kahayan.

Populasi orangutan terbesar ketiga di seluruh wilayah Kalimantan ditemukan di hutan Tuanan. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Tuanan merupakan kawasan yang sangat penting untuk perlindungan biodiversitas dan hutan rawa gambut.

"Status Tuanan ditingkatkan, daerah itu dilindungi," harap Direktur Riset Stasiun Penelitian Tuanan Prof Carel van Schaik yang telah memasuki pensiun.

Selain itu, Stasiun Riset Tuanan juga menjadi habitat dari biodiversitas endemik yang berada di hutan rawa gambut ex-PLG Kalimantan Tengah. Melalui keberadaan kegiatan penelitian jangka panjang di Tuanan, telah terekam bagaimana reforestasi alami terjadi di hutan rawa gambut dan bagaimana orangutan berperan dalam peningkatan kualitas habitat tersebut.

Stasiun Penelitian Tuanan juga telah banyak membantu pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan generasi muda konservasi baik nasional dan internasional. Selama periode 2003-2018, telah lebih 100 mahasiswa dan peneliti yang berpartisipasi dan berkontribusi di Stasiun Penelitian Tuanan yang berasal dari berbagai negara. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zubaedah Hanum
Berita Lainnya