Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
LOGO Persib 1933 yang selama ini jadi kebanggaan Bobotoh kini berubah. Angka 1933 di lambang Persib Bandung digantikan dengan 1919. Apa alasan di balik perubahan ini? Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana sejarah, fakta, dan respons penggemar terhadap perubahan logo Persib 1933.
Persib Bandung, klub sepak bola legendaris dari Bandung, dikenal dengan lambang berbentuk perisai yang terinspirasi dari logo Kota Bandung. Logo Persib 1933 menampilkan angka 1933, yang merujuk pada tanggal berdirinya klub, yaitu 14 Maret 1933. Logo ini memiliki warna kuning emas dengan siluet Gunung Tangkuban Perahu di bagian atas dan garis biru bergelombang di bagian bawah, melambangkan kesetiaan dan kemakmuran.
Namun, pada tahun 2023, manajemen Persib mengumumkan perubahan hari jadi klub dari 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919. Akibatnya, angka 1933 di logo Persib pun dihilangkan dan diganti dengan 1919. Perubahan ini memicu banyak pertanyaan dari Bobotoh, sebutan untuk penggemar setia Persib.
Perubahan logo Persib 1933 menjadi 1919 didasarkan pada penelitian sejarah oleh tim akademisi dari Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menemukan bahwa cikal bakal Persib, yaitu Bandoengsche Inlandsche Voetbal Bond (BIVB), didirikan pada 5 Januari 1919. Tanggal ini dianggap lebih akurat karena BIVB adalah salah satu pendiri PSSI pada 19 April 1930, yang berarti Persib harus sudah ada sebelum 1933.
Penelitian juga menyebutkan bahwa tanggal 14 Maret 1933 adalah saat fusi antara dua perkumpulan, yaitu Persatuan Sepak Raga Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Namun, fusi ini dianggap bukan awal mula Persib, melainkan kelanjutan dari BIVB. Oleh karena itu, manajemen memilih 1919 sebagai hari jadi resmi, dan logo Persib 1933 pun diubah.
Perubahan logo Persib 1933 tidak diterima begitu saja oleh semua penggemar. Banyak Bobotoh yang merasa angka 1933 adalah bagian dari identitas klub. Pada Maret 2025, spanduk bertuliskan “14 Maret 1933 Not 1919” dipasang di depan Graha Persib sebagai bentuk protes. Beberapa komunitas Bobotoh, seperti Viking Persib Club, bahkan mengadakan diskusi untuk mempertahankan tanggal 1933.
Namun, ada juga Bobotoh yang mendukung perubahan ini. Mereka melihat angka 1919 sebagai simbol kebanggaan karena menunjukkan bahwa Persib adalah salah satu klub tertua di Indonesia, berusia lebih dari 100 tahun.
Penggunaan logo baru dengan angka 1919 ternyata tidak konsisten. Beberapa unggahan media sosial Persib masih menggunakan logo lama dengan angka 1933, misalnya pada iklan sponsor. Hal ini membuat Bobotoh bingung dan mempertanyakan komitmen manajemen terhadap perubahan ini. Meski begitu, bio media sosial Persib sudah mencantumkan tanggal 5 Januari 1919 sebagai hari jadi resmi.
Logo Persib, baik dengan angka 1933 maupun 1919, lebih dari sekadar gambar. Logo ini adalah simbol semangat juang dan kebanggaan masyarakat Bandung. Dua bintang di atas logo menandakan dua gelar juara Liga Indonesia (1995 dan 2014), yang memperkuat identitas Persib sebagai klub papan atas. Perubahan ke 1919 diharapkan bisa memperkuat warisan sejarah klub sambil tetap membangkitkan semangat Bobotoh.
Perubahan logo Persib 1933 menjadi 1919 adalah langkah besar untuk meluruskan sejarah klub berdasarkan fakta ilmiah. Meski menuai pro dan kontra, perubahan ini menunjukkan bahwa Persib terus berupaya menjaga identitasnya sebagai kebanggaan Bandung. Bagi Bobotoh, logo Persib, apapun angkanya, tetap jadi simbol cinta dan loyalitas untuk Maung Bandung. (Z-10)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved