Rabu 27 April 2022, 04:00 WIB

Menjadi Hamba yang Istikamah

Syarief Oebaidillah | Ramadan
Menjadi Hamba yang Istikamah

Dok. MI
Ilustrasi

 

SEBUAH fenomena menarik kerap dijumpai hampir setiap tahun di akhir bulan Ramadan, yakni ketika masjid dan musala mulai kehilangan jemaahnya. Pada pekan pertama, khususnya awal Ramadan, para takmir masjid dan musala menyiapkan tikar, karpet, bahkan memasang tenda untuk menampung jemaah yang membeludak.

Semua itu dalam rangka memenuhi animo jemaah yang ingin menghidupkan malam-malam Ramadan dengan melakukan salat Tarawih dan Witir yang hanya dijumpai setahun sekali.

Namun, seiring berjalannya Ramadan memasuki fase-fase rahmat, magfirah dan itkum minnanar, jemaah berangsur semakin berkurang sehingga tikar dan karpet pun digulung kembali. Ruang utama masjid dan musala kembali lengang.

Ustaz Uswadin Usman mengatakan fenomena tersebut harusnya tidak terjadi jika setiap muslim memahami ilmu puasa atau fikih puasa yang sesungguhnya. "Serta memahami betapa besarnya karunia Allah yang diberikan di bulan Ramadan," ujarnya, kemarin.

Kepala Bidang Pendidikan Kebudayaan Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (PW ISNU) DKI Jakarta itu mengingatkan hal tersebut pernah disabdakan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan Tabrani.

"Seandainya umatku mengetahui fadilah Ramadan, maka niscaya akan meminta setahun sebagai bulan Ramadan seluruhnya," ungkap Uswadin.

Hal itu bukan karena akan mendapat tunjangan hari raya (THR), mudik bareng, atau nikmatnya berbuka puasa bersama dengan kolega di kantor atau keluarga besar, melainkan karena pada bulan Ramadan, Allah banyak sekali memberikan kebaikan-kebaikan kepada hamba-Nya.

Pahala sunah yang dinilai sebagai pahala wajib, dilipatgandakan pahala dalam bersedekah, serta adanya malam Lailatulqadar yang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan, serta keutamaan-keutamaan lainnya yang tidak dijumpai pada bulan lain.

"Apa tujuannya? Agar kita, hamba-Nya, bisa lebih dekat dan lebih semangat dalam mengabdi kepada-Nya," kata ustaz.

 

Berkompetisi

Memang menghadapi Ramadan mirip seperti menghadapi kompetisi, pada tahap awal atau babak penyisihan banyak peserta yang mengikuti, naik pada babak berikutnya atau semifinal.

Lamat lain, peserta semakin berkurang dan pada babak akhir atau babak final hanya tinggal orang-orang yang kuat dan istikamah dalam beribadah. "Tanpa istikamah, kita akan kalah di babak-babak awal," cetusnya.

Ia mengingatkan istikamah dalam menjalankan ibadah pada bulan Ramadan harus dipelihara hingga akhir, bahkan sampai akhir hayat sebab Allah SWT menjanjikan kepada orang-orang yang istikamah itulah akan diturunkan malaikat kepada mereka sehingga mereka tidak akan merasa takut dan khawatir.

"Karena Allah telah memberikan surga kepadanya dan akan mendapat perlindungan dari Allah di dunia dan akhirat," ujar Ustaz Uswadin.

Hal itu sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Fusshilat ayat 30-32 yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka tetap istikamah, maka para malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan balasan surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

Peraih gelar doktor bidang pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu pun mengajak umat muslim untuk mengoptimalkan ibadah Ramadan karena tidak ada yang bisa menjamin tahun depan kita akan berjumpa kembali dengan Ramadan.

"Bersemangatlah dalam hari-hari terakhir bulan Ramadan dengan mengoptimalkan ibadah kepada Allah SWT dan tebarlah kebaikan kepada orang banyak," cetusnya.

Semoga pada akhirnya kita akan mendapat gelar mutakin sebagaimana Allah telah janjikan di dalam surah Al-Baqarah ayat 183. "Serta menjadi pribadi yang fitrah menebar manfaat bagi sesama untuk kebaikan seluruh umat manusia," pungkasnya. (H-2)

Baca Juga

Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...
Dok. Mahasiswa Diaspora di Saint Petersburg

Lebaran Penuh Kegembiraan di Saint Petersburg

👤 Naila Maziya Labiba ! Mahasiswi Program Master di Saint Petersburg State Technological Institute (Technical University) 🕔Jumat 06 Mei 2022, 14:25 WIB
Acara silaturahim yang bertemakan Pulang Kampoeng ke Rumah Nenek dibuka dengan sambutan Ketua persatuan mahasiswa Indonesia di Saint...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 23 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN