Selasa 12 April 2022, 04:00 WIB

Meraih Predikat Takwa

Dinda Shabrina | Ramadan
Meraih Predikat Takwa

Dok. MI
Ilustrasi Takwa.

 

DI bulan Ramadan yang penuh berkah ini, sikap istikamah ialah kunci. Ibadah puasa Ramadan ternyata memiliki kesinambungan sehingga keistikamahan sangat diperlukan bila ingin meraih takwa.

“Bulan Ramadan ini memiliki keterkaitan, kesinambungan. Karenanya, harus dilakukan secara istikamah apabila kita ingin mendapatkan predikat takwa dan terbebas api neraka,” kata Ustaz Lu’luil Maknun dalam Kajian Istikamah Jalan Meraih Predikat Takwa di Masjid Nursiah Daud Paloh, Lampung.

Untuk itu, umat Islam agar jangan hanya semangat beribadah di awal Ramadan, sedangkan di pertengahan dan di akhir Ramadan semangat ibadah kita kendur. Jika ingin mendapat predikat takwa, 10 awal, 10 pertengahan, sampai 10 akhir Ramadan harus dilewati dengan baik.

Dijelaskan Ustaz Maknun, 10 awal Ramadan merupakan rahmat atau kasih sayang Allah, 10 pertengahan setelah itu ialah ampunan Allah, dan 10 Ramadan terakhir ialah pembebasan dari api neraka. Kesinambungan itu yang disebut Ustaz Maknun untuk terus dijaga agar takwa yang kita tuju bisa diraih.

“Bagaimana mungkin kita terbebas dari api neraka tanpa mendapatkan ampunan dari Allah SWT? Begitu juga kita mendapatkan ampunan dari Allah, kalau kita tidak mendapatkan rahmat atau kasih sayang Allah? Paling tidak, dari hari pertama sampai ke-9 dan besok ke-10, adalah hari kita meraih rahmat Allah, kasih sayang Allah SWT,” tutur Ustaz Maknun.

Selain itu, ibadah puasa ialah satu-satunya ibadah kejujuran. Mengapa demikian? Karena hanya di ibadah puasa, manusia tidak bisa berbohong dan dipamerkan pada orang lain.

Salat bisa kita perlihatkan gerak dan suara kita. Sedekah dan zakat bisa kita perlihatkan pada orang lain dengan nominal yang kita berikan. Namun, puasa, tutur Ustaz Maknun, tidak ada media sama sekali untuk memperlihatkannya.

“Lemas itu tidak menjamin orang sedang puasa. Atau tidak bisa juga ditandai dari bau mulut kita. Apa pasti orang bau mulut itu berpuasa? Bisa jadi karena dia belum sikat gigi,” katanya sembari bergurau.

 

Milik Allah SWT

Secara tegas di dalam Alquran, Allah menyebutkan puasa ialah ibadah milik-Nya dan Allah yang langsung akan membalasnya. Maka, ketika hamba Allah mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik dan benar, lalu ibadah puasa juga diiringi dengan ibadah lainnya, pasti orang itu akan meraih predikat ketakwaan dari Allah SWT.

Karenanya, Ustaz Maknun berpesan agar umat Islam tidak kendur di pertengahan sampai akhir bulan Ramadan. Memang saat Ramadan digembleng, dilatih dalam cuaca panas, diwajibkan menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.

Menurut Ustaz Maknun, apabila puasa itu diyakini sebagai ibadah yang istimewa dan diniatkan karena Allah SWT, bukan karena yang lain, Allah akan mengampuni dosa-dosanya, terutama dosa-dosa kecil.

“Di dalam kita beribadah harus ditanamkan ikhtisan, iman dulu. Keimanan kita terhadap ibadah yang kita lakukan. Yakin dulu bahwa Allah akan membalas dari apa pun yang ada di dunia ini. Setelah itu diikuti juga niat semata-mata untuk mencari keridaan Allah SWT,” pungkasnya.

Baca Juga

Antara/Yulius Satria Wijaya.

E-commerce yang paling Dicari Konsumen selama Ramadan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 16:00 WIB
Posisi itu diikuti Tokopedia 18% dan Lazada 4%. Situs belanja online lain yang juga disebut konsumen ialah Bukalapak, Blibli, dan...
Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 28 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN