Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu salat sunah yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan bagi yang melakukannya ialah salat Tarawih. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa salat Tarawih mendatangkan pahala besar jika dilakukan.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menyampaikan salat Tarawih menjadi salah satu amaliah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW selama hidupnya dan diteruskan oleh para sahabat serta umat Islam setelah kepergiannya.
"Tidak ada istilah Tarawih pada zaman Nabi. Namun, beliau hanya menunaikan salat malam hari di bulan Ramadan. Dimulai dari salat sendiri, qiyamul lail (salat malam), lalu diikuti para sahabat nabi, semakin ramai, hari kedua dan ketiga," jelas Buya Yahya saat memberikan kultum di kanal Youtube Al-Bahjah TV.
Ia mengisahkan suatu hari Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat Tarawih hingga tiga hari berturut-turut di rumahnya, kemudian setelah itu nabi tidak keluar rumah. Para sahabatnya pun bertanya-tanya.
Keesokannya Nabi datang pada pagi hari dan berkata, "Aku melihat kalian menunggu dan aku tahu, dan aku segaja tidak keluar," ujarnya.
Kenapa setelah itu Nabi Muhammad tidak keluar dan hanya salat di rumah? Buya Yahya menjelaskan bahwa Nabi takut salat Tarawih yang dilakukan nantinya diwajibkan. "Itu cinta Nabi, bukan berarti tidak boleh," jelasnya.
Dalam ijtimaknya, para ulama memahami upaya menghidupkan salat malam pada Ramadan bukan hanya lima hari saja, tetapi sampai 30 hari selama Ramadan. "Baru ada istilah salat Tarawih," lanjutnya.
Bilangan rakaat
Tarawih dalam bahasa Arab ialah bentuk jamak dari yang diartikan sebagai 'waktu sesaat untuk istirahat'. Buya menjelaskan salat Tarawih diambil dari kata tarawihah karena salatnya banyak atau setelah dua dan dua jadi empat rakaat kemudian ada tawaf.
Salat Tarawih merupakan sunnah yang sangat dikukuhkan dan jangan sampai seorang mukmin tidak melakukan salat Tarawih.
Mengenai berapa bilangan rakaat salat Tarawih yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, menurut Buya Yahya, tidak ada riwayat mana pun yang menyebutkan tepatnya jumlah bilangan rakaat salat Tarawih yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW.
Yang jelas, Nabi pernah melakukan salat malam pada bulan Ramadan dan tentunya menjadi sunah yang sesungguhnya. Apabila saat ini mendengar ada salat Tarawih 8 atau 20 rakaat, itu bukan bilangan salat Tarawih-nya Nabi Muhammad.
"Jadi, aneh kalau hari ini kita memperdebatkan bilangan Tarawih. Ilmunya sangat jelas. Tidak ada Tarawih yang bidah. Anda berapa saja melakukan salat Tarawih tidak ada yang bidah," ujarnya.
Namun, umumnya Nabi melakukan salat saat Ramadan dan di luar Ramadan tidak kurang dari 11 rakaat. Sebagaimana hadis yang diriwatkan Aisyah, yang bicara tentang witir yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW.
Buya mengatakan Sayidina Umar bin Khattab dan para sahabat Nabi-lah yang mengambil bilangan angka Tarawih sebanyak 20 rakaat. "Tetapi ini tidak bertentangan karena Nabi juga tidak menentukan," lanjutnya.
Saat ini, keempat mazhab yang ada mengambil 20 rakaat salat Tarawih dan hanya mazhab Malik yang berbeda, mencapai 36 rakaat. Ada alasan tersendiri mengapa para ulama mendahulukan yang 20 rakaat.
"Dua puluh rakaat menjadi bilangan favorit karena sahabat Nabi melakukannya, yaitu Sayidina Umar bin Khattab," pungkasnya.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar menambahkan hadis yang membicarakan salat malam pada bulan Ramadan 20 rakaat dapat ditemui di dalam beberapa kitab hadis, tetapi tidak akan ditemukan di kitab-kitab hadis terkenal, seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan Nasa’I.
"Karena itulah Majelis Tarjih memilih 11 rakaat jumlah salat Tarawih lantaran memiliki landasan dalil yang lebih valid," ucap Syamsul, dilansir dari laman resmi Muhammadiyah.
Hal itu juga didasarkan hadis dari Aisyah, istri Nabi, seperti yang diriwayatkan dua guru besar hadis, yakni Bukhari dan Muslim. (H-2)
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Arief Muhammad menggandeng kolektif produser ternama, Laleilmanino, yang selama ini dikenal sebagai pencetak berbagai karya hits di industri musik nasional.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, menyiapkan sekitar 1.000 porsi makanan berbuka puasa setiap hari selama Ramadan 1447 Hijriah bagi masyarakat.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved