Rabu 06 April 2022, 04:00 WIB

Puasa Ajarkan Kebersamaan

Dinda Shabrina | Ramadan
Puasa Ajarkan Kebersamaan

Dok. Pribadi
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya

 

PUASA Ramadan bukan hanya sekadar kegiatan menahan lapar dan dahaga dari menjelang terbit hingga terbenamnya matahari. Ibadah yang dilakukan selama satu bulan penuh ini ternyata mengajarkan umat Islam tentang kesetaraan. Dalam bulan itu, umat Islam diajak untuk merasakan 'rasa' yang sama.

Dengan berpuasa, orang yang beriman diharapkan bisa memahami bagaimana sulitnya masyarakat yang terbatas sumber dayanya, yaitu kaum mustad’afin atau fakir miskin. Betapa rasa lapar dan haus itu mungkin saja dialami mereka hampir setiap hari.

"Karena puasa Ramadan, kita jadi mengetahui apa yang selama ini dirasakan oleh mereka. Puasa juga mengajarkan umat muslim untuk menumbuhkan rasa empati," ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya, dalam sebuah diskusi Puasa dan Kemanusiaan.

Ramadan merupakan bulan equality. Hal itu mengacu pada ayat Alquran yang mengatakan bahwa seluruh manusia itu sama derajatnya, yang paling mulia ialah mereka yang bertakwa. Karenanya, dalam ajaran Islam yang sangat menekankan kesamaan derajat itu, tidak boleh ada satu pun yang merasa kedudukannya lebih tinggi dan merendahkan orang lain.

Thib mengatakan pada bulan puasa, serentak semua umat muslim merasa lapar dan merasa haus dengan durasi waktu tertentu. Secara bersamaan juga mereka berbuka dan imsak pada jam yang sama.

Tidak ada yang boleh mendahului. Semua diatur dalam waktu-waktu sesuai dengan wilayahnya masing-masing. Hal itu, kata Thib, mengajarkan kita untuk merasakan kebersamaan.

Selain perihal kesetaraan, ibadah puasa juga melatih umat Islam untuk memiliki rasa empati. "Ibadah puasa bukan hanya untuk beribadah kepada Allah, melainkan juga memperhatikan hubungan kita dengan sesama (manusia)."

Ibadah puasa itu bukan ibadah yang eksklusif. Untuk mencapai ketakwaan, manusia harus bisa mentransformasikan ibadah puasa itu ke dalam perilaku yang baik terhadap sesama makhluk-Nya.

“Puasa adalah ibadah dalam rangka mentransformasikan diri kita. Untuk meningkatkan hubungan kita dengan sesama manusia, dengan lingkungan. Karena ini semua, takwa diharapkan bisa dicapai dari ibadah puasa,” tandasnya.

 

Ahli puasa

Ada sebuah pertanyaan penting yang diajukan kepada Rasulullah terkait status, kualitas ibadah puasa Ramadan kita dan yang menentukan apakah hanya jadi 'tim hore' atau kita benar-benar menjadi sosok-sosok yang mendapatkan ampunan Allah SWT.

Sahl bin Mu'adz, meriwayatkan dari ayahnya, berkata, “Sesungguhnya ada seseorang lelaki bertanya kepada Rasulullah siapakah orang yang terbaik dan paling besar pahalanya saat berpuasa?” Lalu Rasulullah menjawab, “Mereka yang paling banyak zikirnya kepada Allah SWT.”

Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri mengatakan mereka yang terbaik ialah yang paling banyak berzikir, bukan yang paling lapar, bukan yang paling haus.

Umat muslim harus mengingat baik-baik, khususnya di awal-awal Ramadan, bahwa yang paling baik ialah yang paling banyak berzikir, mengingat Allah SWT. "Semakin kita banyak mengingat Allah, setiap aktivitas diisi dengan zikir, maka puasa kita akan menjadi yang terbaik," sebutnya

Oleh karena itu, Allah akan memuliakan umat muslim pada saat berpuasa dan memperbanyak berzikir. (Fer/H-1)

Baca Juga

Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...
Dok. Mahasiswa Diaspora di Saint Petersburg

Lebaran Penuh Kegembiraan di Saint Petersburg

👤 Naila Maziya Labiba ! Mahasiswi Program Master di Saint Petersburg State Technological Institute (Technical University) 🕔Jumat 06 Mei 2022, 14:25 WIB
Acara silaturahim yang bertemakan Pulang Kampoeng ke Rumah Nenek dibuka dengan sambutan Ketua persatuan mahasiswa Indonesia di Saint...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 19 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN