Rabu 05 Mei 2021, 05:10 WIB

Amalan Terbaik 10 Malam Terakhir

MOHAMAD FARHAN ZHUHRI | Ramadan
Amalan Terbaik 10 Malam Terakhir

ANTARA/ FAKHRI HERMANSYAH
IKTIKAF SANTRI: Santri madrasah aliah (MA) membaca Alquran saat beriktikaf di Masjid Attaqwa, Ujung Harapan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,

SEPULUH hari terakhir di bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam yang menjalankan puasa. Apalagi, keberkahan serta rahmat Allah SWT tetap melimpah ruah.

Dalam tausiahnya, pendakwah yang juga pembimbing haji KBIH Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) KH Asep Zaenal Ausop menyampaikan, membaca Alquran ialah salah satu amalan penting yang harus dilakukan pada malam-malam terakhir ini.

Keutamaan membaca Alquran yang berisikan ayat-ayat Allah SWT ini merujuk pada surah Al-Baqarah ayat 129 ketika Nabi Ibrahim AS berdoa untuk Nabi Muhammad SAW.

"Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana," begitu bunyinya.

Ada empat pesan penting yang terkandung dalam surah ini. Pertama, Rasulullah SAW diutus untuk membimbing kita membacakan ayat-ayat Allah.

Pesan kedua, jelas Asep, terbaginya ayat Alquran menjadi dua, yakni quraniyah yang menjadi tanda-tanda kebesaran, keesaan, akhlak, dan keadilan Allah SWT. Yang kedua, ayat kauniyah yang menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah, meliputi semesta dan jagat raya, dan dipelajari sebagai sains yang saat ini bisa kita nikmati.

"Mempelajari langit melalui ayat-ayat kauniyah, lahirnya ilmu astronomi, (mempelajari) bumi lahirnya geologi, dan seterusnya, setelah itu Rasulullah mengajarkan Alquran. Ramadan ini kita kejar membaca satu kitab bukan hanya ayat per ayat," ujarnya dalam ceramah yang disiarkan secara daring itu, Minggu (2/5).

Pesan ketiga dari surah Al-Baqarah ayat 129 ialah Alquran mengajarkan hikmah atau kebijaksanaan. Dan keempat, Alquran menyucikan diri dan jiwa mereka dari segala macam kesyirikan, kekufuran, kejahatan, dan budi pekerti yang merusak.

 

Lailatulqadar

Di antara 10 malam terakhir itu, ada satu malam yang paling mulia dari 1.000 bulan, yakni Lailatulqadar. Asep menyampaikan, malam Lailatulqadar menjadi malam kemuliaan, ketika surah pertama Alquran diterima Nabi Muhammad yang tengah berada di Gua Hira.

Di malam Lailatulqadar itu pula, semua malaikat turun ke bumi membawa tugas memberi kedamaian, berkah hingga fajar menjelang. Karena itu pula, malam itu, kata Asep, menjadi malam sempit karena seluruh malaikat pada malam itu turun ke bumi.

Lailatulqadar juga menjadi malam takdir karena ketika malaikat turun ke bumi membawa seluruh catatan amal kita, kita diminta perbanyak berdoa memohon ampunan Allah SWT.

"Untuk dihapuskan amalan-amalan buruk kita selama di dunia, perbanyak ibadah jangan sampai ketika malaikat turun kita sedang melakukan maksiat," pungkasnya. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/ADENG BUSTOMI

Ketupat Lemak, Menu Wajib Lebaran di Kubu Raya

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 10:31 WIB
Ketupat lemak merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam daun kelapa yang sudah di anyam. Beda dengan ketupat, pada umumnya ketupat...
Antara

Ketua DPR: Idulfitri Momentum Perkuat Solidaritas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 13 Mei 2021, 13:59 WIB
Apalagi saat pandemi covid-19, menurut Puan penting untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara di sekeliling kita. Terutama mereka yang...
ANTARA/Iggoy el Fitra

Haedar Nashir: Idul Fitri Momentum Perkuat Simpul Persaudaraan

👤Ardi Teristi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 11:12 WIB
Melalui silaturahmi antarsesama muslim dan seluruh komponen bangsa, rasa persaudaraan yang otentik akan tumbuh mekar bila dilandasi dengan...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-05-17

JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 17 Mei 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:31 WIB
Subuh : 04:41 WIB
Terbit : 05:54 WIB
Dzuhur : 11:49 WIB
Ashar : 15:11 WIB
Maghrib : 17:57 WIB
Isya : 18:53 WIB

TAUSIYAH