Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
UMAT Islam di Indonesia kemarin melaksanakan salat Tarawih sebagai penanda memasuki bulan suci Ramadan. Di tengah pandemi covid-19, salat Tarawih yang biasanya dilaksanakan berjemaah di masjid kini dilakukan di rumah masingmasing.
Sebelumnya pemerintah melalui sidang isbat yang di pimpin Menteri Agama Fachrul Razi menetapkan 1 Ramadan 1441 Hijriah atau dimulainya ibadah puasa berlangsung hari ini.
“Ramadan tahun ini hadir saat dunia dilanda pandemi covid-19. Karenanya banyak hal yang harus kita sesuaikan agar nilai-nilai ibadah tidak berkurang dan penyebaran covid-19 dapat kita eliminasi,” kata Menag, kemarin.
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo melalui pesan video mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan disiplin diri untuk memutus rantai penularan wabah covid-19 demi keselamatan bangsa. “Tidak ada kesemarakan di jalanan, ruang masjid pun berada dalam keheningan. Suasana baru akan kita rasakan, meresapi makna sejati ibadah puasa yang kita jalankan,” ujar Presiden.
Ketiadaan salat tarawih berjemaah, misalnya, terjadi di banyak masjid di Tanah Air, termasuk Masjid Istiqlal.
“Mempertahankan kesehatan diri dan keluarga wajib. Menolak kemudaratan lebih utama daripada mengejar pahala. Saya mengimbau umat Islam melakukan amalan Ramadan di rumah. Pahalanya tidak kalah, apalagi dalam kondisi darurat seperti sekarang,” ungkap Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
Meski mengerjakan salat Tarawih di rumah, perasaan khusyuknya tetap terasa. Itu diungkapkan Iqbal Maulana, 30, warga Depok, Jawa Barat. “Kalau di rumah, saya merasa lebih aman karena tahu kondisi kesehatan masing-masing,” ujarnya, kemarin.
Hal yang sama dirasakan Imran, warga Tangerang Selatan. Dia bersama anak dan istri memilih salat Tarawih di rumah. “Kami pilih ikuti aturan pemerintah. Lagi pula banyak masjid di sini tidak menyelenggarakan salat Tarawih berjemaah,” tutur Imran.
Sebaliknya, salat Tarawih berjemaah tetap berlangsung di beberapa masjid. Namun, jumlah jemaahnya tidak sebanyak pada pelaksanaan salat Tarawih di tahun-tahun sebelumnya. Para jemaahnya mengenakan masker, dan jarak di antara mereka pun dijaga hingga 1 meter.
Sekretaris Jenderal MUI Kota Bekasi Hasnul Kholid menyayangkan apabila ada masjid di wilayahnya yang masih menggelar salat Tarawih. “Padahal itu kan sunah, bisa di rumah. Kita mau memintalah enggak ada salat Tarawih di masjid,” tandasnya.
Pasien sembuh bertambah
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, kemarin, menyampaikan bahwa ada penambahan pasien sembuh sebanyak 47 orang. Dengan demikian, total secara nasional yang dinyatakan sembuh dari covid-19 berjumlah 960 orang.
“Pasien sembuh di DKI Jakarta 326 orang, Jawa Timur 112 orang, Jawa Barat 87 orang, Sulawesi Selatan 80 orang, Bali 55 orang, dan ditambah 29 provinsi lainnya sehingga nasional berjumlah 960 orang,” ujar Yurianto.
Selain itu, ada penambahan kasus positif covid-19 sebanyak 357 sehingga total akumulatif kasus menjadi 7.775 orang. Jumlah orang dalam pemantauan juga bertambah dan totalnya menjadi 195.948. Pasien dalam pengawasan berjumlah 18.283 orang. Adapun total pasien meninggal akibat covid-19 sebanyak 647 orang. (Tim/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved