Jumat 31 Mei 2019, 04:00 WIB

Pengawas yang Selalu Hadir Mencatat Amalan

Quraish Shihab | Ramadan
Pengawas yang Selalu Hadir Mencatat Amalan

MI/Seno
Quraish Shihab

 

PEMBAHASAN Tafisr Al Mishbah dilanjutkan dengan Surah Qaf ayat ke-16 sampai ke-22. Ayat sebelumnya berbicara tentang kuasa Allah yang menjadikan hari kemudian. Manusia dihidupkan kembali untuk dimintai pertanggungjawaban.

Pada ayat selanjutnya dikatakan bahwa Allah telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya. "Kami lebih dekat kepada mereka daripada pembuluh darah di leher.

Ada dua malaikat mencatat amal perbuatannya. Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang satu di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir," demikian bunyi ayat ke-16.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa apa yang terpikir, menjadi bisikan hati seseorang, Allah Mahatahu. Namun, Allah tidak menuntut pertanggungjawaban dari niat buruk manusia di dalam hati. Ketika niat telah menjadi perbuatan, dicatat oleh malaikat.

Allah bersama malaikat-malaikat, dikatakan, lebih dekat daripada pembuluh darah, sehingga tidak seorang pun yang mengucapkan satu ucapan luput dari pengawasan malaikat yang terus-menerus hadir.

Ayat selanjutnya menggambarkan tentang sakratulmaut. "Maka datanglah sakratulmaut. Itulah kematian yang dulu engkau hindari."

Ayat ini mengingatkan bahwa kematian pasti datang, maka sebaiknya sambutlah dengan mempersiapkan diri di dunia, yakni dengan beramal dan berkelakuan baik. Dikatakan pula, "Setelah itu ditiupkan sangkakala. Itulah hari yang dijanjikan".

Setelah kematian, sangkakala ditiupkan. Tiupan pertama, semua alam raya hancur. Tiupan kedua, manusia yang telah mati dibangkitkan di padang mahsyar. Itu hari yang dijanjikan dalam Alquran. Setiap orang datang ke sana, bersama seorang pengiring dan saksi.

Mereka diantar menuju tempatnya. Lalu dikatakan, "Dulu sewaktu di dunia, kamu lengah, tidak percaya ada surga dan neraka. Sekarang kami buka tabir yang menutup matamu sehingga pandanganmu pada hari ini sangat tajam."

Kesimpulan dari ayat 16-22 ini, sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dengan segala hal yang dibutuhkan. Allah menyiapkan kebutuhan manusia di dunia dan kehidupan yang akan datang pada hari setelah kematian. Jangan beranggapan Allah hanya menciptakan manusia, tetapi Dia memelihara.

Allah juga lebih dekat dengan manusia, melebihi urat nadi yang berada di leher. Setiap manusia, selalu ditemani oleh dua malaikat yang mencatat setiap amalan dan perbuatan.

Karena itu, setiap orang hendaknya berhati-hati dalam berucap dan bersikap. Disebutkan pula, bahwa orang-orang yang tidak percaya adanya hari kemudian, setelah kematian akan menghadapi kesulitan. (Ind/H-1)

 

Baca Juga

Dok. Amy Maulana

Takbir dan Salawat Bergema Sambut Idul Fitri di Dagestan Rusia

👤Humaniora 🕔Senin 17 Mei 2021, 08:00 WIB
Tradisi lebaran masyarakat muslim Dagestan yang unik adalah mengunjungi keluarga atau tetangga yang tahun ini berduka ditinggalkan mati...
ANTARA/ADENG BUSTOMI

Ketupat Lemak, Menu Wajib Lebaran di Kubu Raya

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 10:31 WIB
Ketupat lemak merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam daun kelapa yang sudah di anyam. Beda dengan ketupat, pada umumnya ketupat...
Antara

Ketua DPR: Idulfitri Momentum Perkuat Solidaritas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 13 Mei 2021, 13:59 WIB
Apalagi saat pandemi covid-19, menurut Puan penting untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara di sekeliling kita. Terutama mereka yang...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-12-07

JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 07 Des 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:04 WIB
Subuh : 04:14 WIB
Terbit : 05:29 WIB
Dzuhur : 11:44 WIB
Ashar : 15:11 WIB
Maghrib : 18:12 WIB
Isya : 19:10 WIB

TAUSIYAH