Headline

BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia

Anggaran tidak Cair, Dirjen PAS Mundur

Adi/Ind/X-4
05/5/2015 00:00
Anggaran tidak Cair, Dirjen PAS Mundur
Handoyo Sudrajat, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM(ANTARA/Wahyu Putro A)

KARENA menilai dirinya gagal mengemban tanggung jawab dalam membenahi disiplin personel di lembaga pemasyarakatan (LP), Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkum dan HAM Handoyo Sudrajat mundur dari jabatannya tersebut.

Surat pengunduran Handoyo tersebut telah diserahkan kepada Menkum dan HAM Yasonna H Laoly pada 29 April lalu.

"Ini bentuk pertanggungjawaban saya. Selanjutnya saya mengajukan pensiun sebagai pegawai negeri sipil di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," kata Handoyo, kemarin.

Handoyo diangkat sebagai Dirjen Pemasyarakatan setelah terpilih dalam seleksi terbuka menggantikan M Sueb pada 4 November 2013.

Sebelumnya, Handoyo pernah berkarier di BPKP dan menjadi Pelaksana Tugas Deputi Pencegahan KPK, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan KPK, dan Pelaksana Tugas Sekjen KPK.

Handoyo menambahkan, sewaktu menjabat Dirjen Pemasyarakatan dia juga mengupayakan kerja sama dengan TNI untuk pengelolaan LP.

Dia menilai keberadaan anggota TNI penting dalam penertibkan LP.

Akan tetapi, usaha tersebut tidak terwujud karena anggaran untuk menjalin kerja sama tertahan di Kementerian Keuangan.

Terlebih kini semakin marak pegawai LP terlibat dalam peredaran narkotika.

"Saya malu dengan Panglima TNI karena anggarannya tidak kunjung turun dan peralatan juga belum tersedia. Padahal, TNI telah sungguh-sungguh mendukung. Peningkatan keamanan dengan pengadaan teknologi informasi dan penambahan SDM juga terkendala oleh anggaran yang belum cair. Masih ada lagi petugas LP terlibat narkoba," ujar Handoyo.

Lebih lanjut Handoyo mengatakan posisi Dirjen Pemasyarakatan selanjutnya diisi pelaksana tugas.

Saat ini Handoyo masih menjabat Dirjen Pemasyarakatan hingga Menkum dan HAM menunjuk penggantinya.

"Mudah-mudahan lebih baik."

Saat menanggapi pengunduran diri Handoyo itu, pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk menilai Handoyo merupakan sosok pejabat jentelmen.

"Saya sangat mengapresiasi karena alasan Handoyo amat baik dengan indikator yang terukur dan jelas. Pemberantasan narkoba itu memang tanggung jawab dia," ungkap Hamdi.

Ia berharap langkah Handoyo menjadi preseden baik bagi para pejabat pemerintah di Tanah Air.

"Jadi, apa yang dilakukan Pak Handoyo sesuatu yang berkesan. Kita melihat di Republik ini banyak pejabat sudah jelas menjadi tersangka korupsi malah tidak kunjung mundur," tandas Hamdi yang juga peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya