Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SUKU bangsa dan agama yang beraneka ragam merupakan kekayaan bagi Indonesia. Perbedaan suku dan agama perlu dikelola dengan baik agar mampu memajukan peradaban dunia. Salah satunya dengan dialog dan musyawarah antarsuku dan agama.
Hal tersebut diutarakan utusan khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Syafiq A Mughni dalam Dialog antar-Iman untuk Peradaban Berkemajuan, di Gado-Gado Boplo, Cikini, Jakarta, kemarin.
Syafiq mengatakan, untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, perlu dilakukan dialog yang sebaiknya dimulai dari generasi muda. "Hidup di Indonesia yang plural menjadi kekuatan. Kita perlu merajut keberagaman untuk kemajuan. Kalau tidak, kelak akan menjadi masalah. Karena itu, perlu dikelola dengan baik," katanya.
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan, pemuda seharusnya menjadi pionir dalam memperkuat kebersamaan di tengah perbedaan. Ia mengatakan, sekat-sekat kesukuan dan keagamaan harus dipinggirkan sejenak untuk memajukan Indonesia.
Dia meminta semua pihak untuk membuka hati dan pikiran kaum muda guna menguatkan kebersamaan sebagai pemuda Indonesia. "Keberagamaan Indonesia yang menyatukan harus dikampanyekan di seluruh dunia," tegasnya.
Selanjutnya, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Najih Prasetyo menambahkan, untuk membangun peradaban dimulai dari implementasi nilai spiritualitas keagamaan dan meningkatkan literasi. Dengan begitu, kata dia, mahasiswa tidak mudah terpapar paham yang bisa memecah belah.
"Dalam konteks kemahasiwaan, mahasiswa perlu menguatkan literasi agar tak terpapar hoaks dan teologi kebencian. Apalagi, di tengah polarisasi akibat politik yang membenturkan dan memecahkan. Substansi konflik itu dari politik. Konflik bermula bukan dari cara pandang keagamaan, tapi kekuasaan," sebut Najih.
Peneliti Maarif Institute, David Krisna Alka, mengatakan dialog antaragama bukanlah ide baru. Generasi terdahulu, katanya, telah memprakarsai dialog dan memiliki kesamaan visi untuk memajukan peradaban di tengah perbedaan. Untuk itu, generasi saat ini perlu lebih aktif menjalin dialog antaragama.
David menambahkan, dialog antariman dan kerja sama kemanusiaan harus terus digalakkan agar tercipta peradaban yang berkemajuan. "Generasi kini, yakni pemuda, perempuan, mahasiswa, dan pelajar perlu menelaah ulang gagasan tersebut." (P-3)
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Generasi muda, termasuk yang tergabung dalam Karang Taruna, didorong untuk terus terlibat dalam memperkuat sektor ekraf.
Beberapa pemuda terlihat mengacungkan balok dan menghantamkan benda tersebut ke arah mobil yang melintas
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XX/Tahun 2025 yang memisahkan pemilu nasional dan pemilu lokal dinilai berpotensi mengubah peta demokrasi Indonesia secara drastis.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
Prabowo mengajak para pemuda dan pemudi di seluruh tanah air dalam momen Hari Sumpah Pemuda untuk meneladani semangat persatuan yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved