Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

Pengamat: SBY Harus Cermat Menyampaikan Data ke Publik

M Taufan SP Bustan
01/8/2018 18:54
Pengamat: SBY Harus Cermat Menyampaikan Data ke Publik
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

PENGAMAT Komunikasi Politik Nyarwi Ahmad meminta mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhati-hati dalam menyebut angka kemisikinan. Pun menyebutkan referensi angka tersebut, baik secara institusi maupun personal peneliti.

“Itu juga menurut saya kelemahan. Sekelas pak SBY harus berhati-hati dan lebih cermat dalam menyampaikan data ke publik,” kata Nyarwi kepada Media Indonesia, Rabu (1/8).

Selain itu, cara membaca data kemiskinan juga bisa disampaikan oleh SBY kepada masyarakat.

“Tapi maksud saya harus ada referensi dulu, karena di lembaga itu ada indikator yang biasanya di pakai. Itu saja sih sebenarnya, sampaikan informasi yang sesuai fakta dan data autentik,” tutur pria yang sedang menempuh pendidikan Doktoral di bidang komunikasi politik dan marketing politik pada Faculty of Media and Communication, Bournemouth University, UK.

Pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada itu pun menyarankan agar siapapun yang bicara data terutama tentang angka kemiskinan harus mengacu pada lembaga resmi, seperti BPS maupun Bank Dunia. Rujukan tersebut harus disampaikan ke publik. Karena yang disepakati soal angka kemiskinan hanya soal kuantitas.

“Karena kategori miskin atau tidak miskin itu kan di pelbagai negara atau wilayah bisa berbeda-beda."(OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya