Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

30 Komoditas untuk Beli Sukhoi SU-35

01/3/2018 08:55
30 Komoditas untuk Beli Sukhoi SU-35
(AFP)

PEMERINTAH menyepakati jumlah komoditas yang akan ditawarkan kepada Rusia terkait pembelian 11 pesawat Sukhoi Su-35.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan sebanyak 30 komoditas akan ditawarkan untuk dipilih Rusia sebagai kegiatan imbal beli yang nilainya 50% dari nilai kontrak sebesar US$1,14 miliar, yakni US$570 juta.

“Kita kasih mereka list-nya dan kita akan diskusikan sama mereka. Ada 30 (komoditas yang ditawarkan),” ujar Enggar di Cirebon, kemarin.

Enggar menyebut 30 komoditas itu di antaranya ialah minyak sawit (CPO), karet, alas kaki, furnitur, dan palawija.

Seperti diketahui Kementerian Pertahanan telah menandatangani kontrak pengadaan pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi Su-35 pada 14 Februari lalu. Dari 11 pesawat, rencananya 2 pesawat tempur canggih akan tiba pada Oktober 2018 dengan persenjataan lengkap. Pembelian pesawat Sukhoi Su-35 itu bertujuan untuk menggantikan F-5 Tiger yang sudah tidak layak terbang.

Sebelumnya Enggar mengatakan pembelian pesawat Sukhoi yang akan dilakukan dengan skema imbal dagang itu berpedoman pada UU No 16/2012 tentang Industri Pertahanan dan untuk membuat neraca perdagangan Indonesia seimbang dengan Rusia.

“Imbal dagang ini akan membantu neraca perdagangan kita. Kalau tidak diterapkan, kita hanya akan ada pengeluaran atau impor. Dengan imbal dagang, kita ada potensi menaikkan ekspor US$570 juta,” kata Enggar Agustus lalu.

Nantinya Rusia harus membeli 30 komoditas ekspor Indonesia. Pemerintah juga telah menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai BUMN yang akan mengoordinasi imbal dagang. Rusia ialah mitra dagang Indonesia ke-24 pada 2016. Nilai total perdagangan Indonesia–Rusia tahun 2016 tercatat US$2,11 miliar dan Indonesia mendapat surplus US$410,9 juta yang berasal dari surplus sektor nonmigas. (Nyu/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya