Kamis 21 April 2022, 08:21 WIB

Komponen Ini Membuat Kendaraan Bermotor Berbasil Listrik Lebih Mahal

Mediaindonesia.com | Otomotif
Komponen Ini Membuat Kendaraan Bermotor Berbasil Listrik Lebih Mahal

MI/Adi Maulana Ibrahim
Mobil listrik

 

Kementerian Perindustrian menjelaskan mengapa harga kendaraan bermotor listrik berbasis baterai jauh lebih mahal dibandingkan yang konvensional.

"Yang mempengaruhi harga kendaraan listrik secara maksimal adalah komponen baterai," kata Kepala Subdirektorat Industri Alat Transportasi IMATAP, Kementerian Perindustrian, Dodiet Prasetyo, saat diskusi tentang mobil listrik di Jakarta, Rabu (20/4).

Kementerian Perindustrian, mengutip data Bloomberg NEF dengan pembulatan, menjelaskan lebih dari separuh (51 persen) harga sebuah baterai listrik dipengaruhi oleh material katoda, yang menentukan kapasitas dan daya. Katoda biasanya terdiri dari lithium, nikel, kobalt dan mangan.

Biaya terbesar kedua berasal dari ongkos manufaktur dan depresiasi. Saat ini Asia masih menjadi manufaktur terbesar baterai listrik, 80 persen berada di Tiongkok.

Anoda, yang terbuat dari grafit, menyumbang 12 persen terhadap harga sebuah baterai. Sementara itu, komponen separator, yang memisahkan katoda dengan anoda, menyumbang 7 persen.

Komponen elektrolit, yang membawa ion lithium dari katoda ke anoda, menyumbang 4 persen dan tempat baterai (housing), biasanya terbuat dari baja atau aluminium, sebesar 3 persen.

Untuk saat ini, harga baterai kendaraan listrik belum bisa murah, hal ini mungkin baru bisa terjadi pada 2030 nanti ketika sudah banyak kendaraan listrik yang beredar secara global.

Kementerian berupaya berkoordinasi dengan produsen mobil untuk membuat compact car, mobil yang berukuran lebih kecil sehingga membutuhkan kapasitas baterai yang lebih kecil juga.

Dodiet mengharapkan harga mobil listrik kecil ini bisa berkisar di angka Rp400 jutaan. Mobil listrik yang beredar di Indonesia saat ini rata-rata berada di atas Rp500 juta.

Membuat compact car adalah salah satu cara Kementerian Perindustrian untuk mempopulerkan kendaraan listrik di Indonesia. Sejak 2019, pemerintah Indonesia mengeluarkan berbagai regulasi untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Selain itu, Kemenperin juga mendorong penggunaan kendaraan listrik di sejumlah instansi pemerintahan. (Ant/OL-12)

Baca Juga

TMMIN

Galakkan Gerakan Indonesia Bebas Emisi, Toyota dan Undip Gelar Seminar Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:11 WIB
Netralitas karbon akan menjadi penggerak utama perubahan di masa depan untuk segala sektor kehidupan, dan generasi muda nantinya akan...
AFP/Brandon Bell.

Toyota Tangguhkan Sementara Produksi di 24 Pabrik di Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 12:34 WIB
 Lantaran kekurangan suku cadang, utamanya...
Altair.com

Ketahui Penyebab Remote Mobil tidak Berfungsi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 09:27 WIB
Penggunaan remote pada kendaraan, saat ini sudah menjadi hal yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya