Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Kesadaran Religi Sahrul Gunawan

Gantyo Koespradono, Dosen Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta
27/7/2018 18:30
Kesadaran Religi Sahrul Gunawan
(MI/ADAM DWI )

HARI-HARI ini saya dan beberapa kawan diminta pimpinan Partai NasDem untuk mewawancarai puluhan artis yang kebetulan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (caleg) melalui partai pengusung restorasi tersebut.

Melalui wawancara itu, kami berusaha menggali sesuatu yang masih tersembuyi dan belum diketahui publik, untuk kemudian kami visualkan dalam bentuk tayangan video yang durasinya tidak lebih dari satu menit.

Tidak mudah memang menggali sesuatu yang dimiliki para artis -- termasuk potensi mereka -- yang selama ini belum terpublikasikan dan diketahui masyarakat.

Tanpa kami sadari, pertanyaan yang kami ajukan malah menyentuh ke persoalan pribadi dan masa lalu sang artis, sampai-sampai ada salah seorang aktris yang malah curhat dan menangis.

Latar belakang sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan para artis tentu berbeda-beda. Demikian juga pengetahuan mereka akan dunia politik, termasuk untuk apa kami mewawancarai mereka.

Beberapa hari seusai wawancara, salah seorang aktris sinetron, Fivey Rachmawati -- ia biasa dipanggil Five-V -- malah bertanya kepada saya, "beritaku kok belum muncul, ya?"

Sekadar contoh, dari hasil wawancara dengannya, kami mendapatkan informasi bahwa Five-V yang senang traveling itu diam-diam ternyata menjadi "duta" produk tradisional Indonesia.

Setiap kali melakukan perjalanan ke luar negeri, Fivey selalu memberikan buah tangan (oleh-oleh) buat teman-temannya. "Agar mereka dapat mengetahui bahwa Indonesia kaya dengan seni yang indah," katanya.

Kamis (26/7) giliran kami mewawancarai Sahrul Gunawan, penyanyi, aktor sinetron, model, dan juga presenter. Setelah mengawali kariernya dari dunia model, Sahrul kemudian merambah ke dunia tarik suara dan akting. Sinetron yang melambungkan namanya adalah Jin dan Jun.
 
Ia terjun ke dunia politik setelah melihat ada ketidakberesan dalam kehidupan nyata di masyarakat yang mendorongnya untuk masuk ke dalam sistem. Salah satu caranya adalah menjadi anggota DPR yang sesuai dengan undang-undang diberi amanah untuk ambil bagian dalam membuat undang-undang bersama pemerintah (legislasi), menyusun anggaran (budgeting) dan pengawasan.

Tak banyak yang tahu, selain berkiprah di dunia keartisan, Sahrul juga aktif di dunia pendidikan, keagamaan dan bisnis (biro perjalanan haji dan umrah).

Berdialog dengan Sahrul kurang lebih satu jam, saya menyimpulkan, laki-laki berusia 42 tahun ini sedang berjalan menuju kesadaran religi dan berupaya "menularkan" kesadaran itu kepada bangsa ini. Caranya masuk ke politik. "Sebab hanya lewat politiklah kita bisa memperbaiki bangsa ini," katanya.

Tatkala kami bertanya aktivitas apa yang disenanginya? Sahrul menjawab berdakwah dan rindu menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin tak sekadar terucap di mulut para pendakwah, tapi terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum bergabung ke NasDem, Sahrul mengaku pernah dekat dengan partai yang mengusung agama untuk berpolitik meraih kekuasaan. Dekat dengan partai ini, Sahrul menduga Indonesia ke depan akan menjadi lebih baik dengan nilai-nilai agama yang diyakini.

Namun, kenyataannya tidak seperti itu, sebab beberapa petinggi partai yang diikutinya itu malah terlibat korupsi.

Ia juga pernah diajak berkiprah dalam bisnis biro perjalanan ke tanah suci. Begitu masuk ke dalam, batin dan keimanan Sahrul bergejolak, sebab ada korupsi dan tipu menipu dalam urusan yang satu itu.

Para pengurus dan pemuka agama memberikan penghiburan agar jemaah yang tertipu sabar, sebab berstatus sebagai korban penipuan adalah bagian dari cobaan. "Sebagai orang Islam, kita memang harus bersabar. Tapi, lama-lama saya melihat ada ketidakberesan dalam bisnis seperti itu karena mereka memanfaatkan kejujuran jemaah yang rindu ke Tanah Suci," ujar Sahrul Gunawan.

Di kalangan mereka, Sahrul juga dikenal sebagai artis yang religius. Masih menurut pengakuan Sahrul, ia pernah diminta para tokoh agama untuk mengubah penampilan lebih agamis seperti mengenakan sorban.

Permintaan itu tentu mengusik batinnya. Pasalnya, menurut Sahrul, untuk melakukan syiar agama, tidak harus dengan mengubah penampilan dari biasa-biasa saja menjadi "luar biasa" yang bisa saja malah dikesankan aneh.

Sahrul menegaskan bahwa dia ingin berkiprah di bidang agama, termasuk di dalamnya ada pendidikan. Ia ingin menunjukkan bahwa Islam benar-benar rahmatan lil alamin. Agama adalah sangat personal. "Jika pun saya nanti berdakwah ya dengan cara saya, bukan dengan cara orang lain," ujarnya.

Berdakwah dan mengaplikasikan tuntunan agama lewat pendidikan,   
Sahrul pada tahun 2003 mendirikan sekolah menengah kejuruan pariwisata dengan lebih dulu melahirkan Yayasan Alhikmah. Biaya pendirian sekolah kejuruan itu menggunakan dana pribadi.
 
Hitung-hitung, Sahrul sudah menggelontorkan Rp 3,5 miliar. Lewat sekolah ini, Sahrul juga belajar beramal, sebab ia memberikan subsidi kepada 20 persen siswa tidak mampu yang belajar di sekolah tersebut.

Tahun 2005 ia mendirikan AFI Tour agar para jemaah yang akan berhaji atau berumrah tidak lagi kena tipu dan setelah tertipu, pengelola dan para penasihatnya di belakang cuma bisa bilang agar jemaah tawakal.

Dari wawancara kami dengan Sahrul, laki-laki ini sepertinya sudah gerah dengan orang-orang di komunitas partai lama yang menyalahgunakan agama demi meraih kekuasaan dan keuntungan.

Kesadaran religinya bangkit setelah ia mengenal Partai NasDem. Bahwa partai ini menerapkan politik tanpa mahar bukan omong kosong. Pengurus partai ini mendampinginya dalam proses pencalonannya sebagai anggota legislatif. NasDem menempatkannya di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Jawa Barat.

Setelah bergabung ke NasDem, Sahrul Gunawan merasakan seperti berada di rumah sendiri.

Terus terang, saya kurang tertarik dengan dunia keartisan. Saya bahkan cenderung berburuk sangka kepada mereka. Namun, setelah mengenal lebih dekat dengan mereka dan menggali lebih jauh tentang siapa, apa dan bagaimana mereka, saya harus apresiasi mereka.

Jumat (27/7) sore, kami berdialog dengan Elma Theana. Perempuan berhijab ini ternyata juga punya kegiatan sosial yang dilaksanakan secara berkesinambungan.

Elma sampai saat ini aktif di Yayasan Bambu Indonesia yang bergerak menyosialisasikan potensi dan seluk beluk pohon bambu. Dia menyayangkan, orang asing yang justru tertarik dengan bambu Indonesia, "sedangkan kita acuh tak acuh," katanya.

Tanpa kami sadari, dalam sesi wawancara, kami justru banyak belajar dari para artis. Oleh sebab itu wajar kalau Partai NasDem "mengorangkan" mereka dengan mencalonkan para artis itu sebagai anggota DPR.*



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya