Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KONTINGEN sepak bola Irak memutuskan mundur dari Asian Games 2018. Mundurnya skuat Irak dipastikan melalui surat resmi yang dikirimkan oleh Komite Olimpiade Irak pada Rabu (1/8) kepada pihak Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc).
Ketua Inasgoc, Erick Thohir, mengatakan pihaknya telah berkirim surat kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk meminta kepastian terkait undian grup yang akan dilakukan. Namun, menurut Erick, pihaknya meminta undian hanya dilakukan kepada dua negara yang tertinggal dari entry by name, yakni Uni Emirat Arab dan Palestina.
"Irak sudah konfirmasi mundur. Kalau begitu, di sepak bola itu ada grup yang isinya lima tim, ada empat, dan ada juga tiga karena Irak memutuskan mundur. Karena itu, kami membuat surat kepada AFC dan OCA meminta pengarahan kondisi ini bagaimana sebaiknya karena kalau bicara fair play kan ada tim yang main empat kali, tiga kali, dua kali sehingga tidak akan adil," ujar Erick saat dijumpai media di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (3/8).
Berdasarkan hasil undian yang dilakukan oleh Inasgoc, AFC, PSSI, dan para Komite Olahraga Nasional (NOC) negara-negara peserta pada 5 Juli di Jakarta lalu, Irak tergabung dalam Grup C bersama Tiongkok, Timur Leste, dan Suriah. Menurut kabar dari Federasi Sepak Bola Irak (IFA), Irak memutuskan tak berpartisipasi karena kesulitan mengumpulkan pemain di waktu-waktu yang tersisa jelang Asian Games, sehingga belum melakukan persiapan menghadapi turnamen.
Mundurnya Irak membuat peserta di cabang sepak bola Asian Games 2018 tersisa 25 negara. Grup A dan E diisi lima negara, sementara Grup B, D, F masing-masing empat dan C dihuni tiga negara.
"Kami mengusulkan UAE dan Palestina saja yang drawing karena mereka kan memang sudah di drawing ulang, Palestina akhirnya masuk di Grup A bersama Indonesia, Hongkong, Laos, dan Taipei, sementara UAE bergabung di Grup E bersama Korea Selatan, Kirgistan, Malaysia dan Bahrain. Nah, sekarang lebih baik buat mereka saja yang diundi ulang supaya salah satunya masuk ke Grup C, sementara satu yang lain dikocok lagi masuk ke grup apa," tutur Erick.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu melanjutkan, pihaknya masih menunggu kabar resmi dari AFC. Mundurnya Irak, secara otomatis mengubah jadwal pertandingan yang semula sudah disusun.
"Tapi, bisa kita pastikan sepak bola tetap akan dimulai pada 10 Agustus mendatang dengan menampilkan laga perdana antara Laos vs Hongkong. Para pemain dari negara-negara peserta diperkirakan akan tiba di Indonesia pada 7 - 8 Agustus, dan kita bisa pastikan wisma atlet sudah siap menerima para atlet," pungkas Erick.(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved