Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PENINGKATAN performa terus ditunjukkan pembalap muda Indonesia Sean Gelael yang tengah menggeluti ajang Formula 2 (F2). Meski ia sempat beberapa kali gagal menyelesaikan balapan dan gagal mendapat poin, pada musim balapan tahun ini, perolehan poinnya lebih tinggi ketimbang musim 2017.
Terbukti pada tahun lalu, Sean hanya mampu finis di urutan ke-15 dengan 17 poin setelah menyudahi 11 seri balapan. Sementara itu, di musim ini yang terdiri atas 12 seri, dia sudah mengoleksi 29 poin walau baru mengikuti tujuh balapan.
Hasil itu membuktikan pembalap berusia 21 tahun itu tidak pernah letih untuk belajar dari kegagalan. "Saya ucapkan terima kasih kepada semua anggota tim. Saya juga berterima kasih kepada semua orang yang selama ini tetap memberi dukungan kepada saya. Sama seperti musim-musim sebelumnya, musim ini tantangannya juga sulit. Namun, kita tetap berusaha mendapatkan hasil positif," kata putra mantan pereli nasional Ricardo Gelael dan mantan aktris Rini S Bono tersebut.
Kesuksesan Sean mendulang banyak poin musim ini, tidak lepas dari keberhasilannya merebut podium kedua ketika berlaga di Monte Carlo, Monako, pada akhir Mei. Hebatnya kala itu Sean mengawali balapan dari posisi ke-12.
Ia sukses merambah naik hingga urutan ketujuh selepas start dengan ban supersoft. Hal itu tidak lepas kesuksesan Sean menjalankan taktik masuk pit lebih dulu dengan sempurna.
Dia juga berhasil menghindari masalah dan bahkan sempat menyusul satu pembalap di sirkuit yang sulit bagi pembalap untuk melakukan itu. Laju mobilnya yang impresif juga menjadi faktor utama alasan dia bisa meraih gelar runner-up.
“Bisa meraih podium di Monte Carlo jadi pengalaman luar biasa. Kecepatan mobil kami saat lomba selalu bagus dan bila tidak ada pembalap yang menghadang, kami bisa ada di depan,” kata Sean seusai menerima pialanya. “Orang bilang di Monako tidak bisa menyalip, tapi saya bisa naik dari urutan ke-12 ke posisi kedua. Kami sangat puas,” kata Sean lagi.
Dengan sisa lima seri hingga akhir November mendatang, Sean sejatinya masih memiliki peluang untuk bisa menyudahi kompetisi dengan senyum lebar. Seperti yang sudah disampaikan bos Prema Rene Rosin di awal musim, terus mencetak poin jadi target Sean dan timnya yang juga diperkuat pembalap asal Belanda Nyck de Vries. Rekan Sean tersebut untuk sementara kini bertengger di urutan ketujuh dengan 85 poin.
Pembalap penguji F1
Sean sekarang tidak hanya berkutat dengan kesibukannya di ajang F2. Pembalap yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia itu juga sempat terlibat di gelaran Formula 1 (F1), kompetisi adu kecepatan jet darat yang berlevel di atas F2.
Partisipasi Sean di F1, yakni sebagai pembalap penguji mobil STR13 milik Toro Rosso. Bos Toro Rosso Franz Tost mengaku puas dengan kinerja Sean.
"Saya puas dengan performa dia selama pengujian. Dia memberikan input yang positif bagi tim guna pengembangan mobil ke arah yang lebih bagus. Hal itu bisa dilihat dari catatan waktu yang ditorehkan Sean lebih baik dari kemarin dan masalah perangkat elektronik bisa diatasi," ujar Tost.
Franz Tost bahkan sempat menyebutkan Sean punya peluang bagus di F1 setelah pembalap kelahiran 1 November 1996 itu mampu finis di urutan ke-14 saat latihan bebas pertama GP Malaysia, September silam.
"Saya pikir dia punya potensi untuk membalap di ajang Formula 1. Dia (Sean) sudah mempunyai persyaratan yang dibutuhkan oleh seorang pembalap F1, salah satunya skill," tegasnya.
Tugas Sean dari Toro Rosso memang bukanlah mencatatkan waktu tercepat, melainkan mengetes beberapa komponen mobil dan salah satunya terkait dengan kinerja aerodinamika, suspensi, dan reliabilitas. Namun, Sean hanya diberi kesempatan di pengujian pertama karena setelahnya Pierre Gasly, pembalap Toro Rosso melanjutkan sesi uji coba.
"Sayang memang saya tidak bisa menjalani tes dengan penuh, padahal ini kesempatan bagus, tapi saya tetap harus memfokuskan diri untuk ajang F2 karena bagaimana pun, tes F1 ini hanya semacam pembelajaran dan bukan hal utama di musim ini," kata Sean.
Target khusus
Secara pribadi Sean mengaku tidak dibebani target tertentu di timnya saat ini. Namun, sebagai pembalap, ia punya target khusus yang ingin dia capai.
Apalagi tim Prema Racing dikenal sebagai tim juara dan banyak menyumbangkan pembalap untuk Formula 1. Untuk itu, dia akan melakukannya tahap demi tahap.
"Target semua pembalap pasti menang, tapi saya akan fokus dulu pada proses. Hasil pasti akan mengikuti. Ya, Prema adalah tim yang punya nama besar. Makanya saya harus bekerja keras dan akan terus mencoba untuk menjadi yang terbaik," kata Sean yang akan membalap bersama Nick de Vries.
Bos Prema Racing Rene Rosin menjelaskan balapan musim ini dinilai mempunyai tantangan yang tinggi karena semua tim menggunakan kendaraan baru. "Memang banyak pekerjaan yang harus kami lakukan saat ini. Yang jelas kami terus termovitasi untuk bekerja bersama-sama mengingat waktu yang ada tidak panjang. Namun, kami memiliki tim yang luar biasa," kata Rosin. (Beo/R-2)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved